Breaking News

Irigasi Petani Bermasalah, Rawa Grukgak Tangerang Perlu Dikeruk

PKSTangerang.com - Anggota DPRD Provinsi Banten Asnin Syafiuddin mengusulkan kepada Dinas ASDP untuk melakukan pengerukan saluran primer dan sekunder di Rawa Grukgak untuk penampungan air dari Bangunan Cisadane Barat (BCB) 20 serta mengairi persawahan di kecamatan Mekar Baru, Kresek, dan Gunung Kaler. Hal itu ia sampaikan saat melakukan reses pada para petani di wilayah kecamatan Kemiri, Keronjo, Mekar Baru, Kresek, Gunung Kaler, dan sebagian Sukamulya (31/3). 

Para petani yang sawahnya diairi saluran Cisadane Barat mengeluhkan kekeringan di musim kemarau dan kebanjiran di musim hujan sehingga banyak sawah mereka hanya bisa ditanami padi sekali dalam setahun. 

Pada reses tersebut Asnin menemukan berbagai permasalahan dalam saluran irigasi. Antara lain pendangkalan saluran air baik di saluran primer, sekunder, maupun tersier; adanya tanggul yang jebol; dan volume air yang tidak memadai. 

“Dari saluran induk cisadane sampai BCB 15 volume air masih lumayan banyak, tapi dari BCB 15 ke BCB 16 air sangat sedikit sekali karena pintu air dibuka sedikit, sebab jika dibuka banyak, maka Saluran Sekunder Kepuh (SKP) ke arah Kecamatan Kemiri tidak kebagian air,” ujar salah satu tokoh masyarakat tani Kecamatan Mekar Baru, H. Juhdi. 

Jundi menambahkan bahwa kondisi lebih parah dialami BCB 16-20 karena tidak ada air yang mengalir. Selain itu Rawa Grukgak yang berlokasi di wilayah kecamatan Kresek yang merupakan penampungan air dari BCB 15 sudah mengalami pendangkalan berat dan ditanami padi oleh petani. 

Untuk mengatasi permasalahan ini Asnin Syafiuddin yang berasal dari Dapil Kabupaten Tangerang B mengusulkan kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten untuk berkordinasi dengan Dinas ASDP dalam pengerukan saluran primer dan sekunder, serta melakukan perbaikan saluran tersier bekerja sama dengan para petani. 

Lebih lanjut Anggota DPRD yang duduk di komisi II ini juga mengharapkan teman-teman di komisi IV untuk mendorong Dinas ASDP agar segera melakukan pengerukan saluran air tersebut dan memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol. 

Dalam reses kali ini Asnin Sayafiuddin menyertakan tokoh masyarakat tani, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten dan petugas dari Balai Besar Cisadane dan Cidurian. [banten.pks.id]