Breaking News

Musran dan Peristiwa Peradaban

PKSTangerang.com - Apa yang kita katakan saat melihat gelas yang airnya ada setengah? Ada yang mengatakan setengah isi dan ada pula yang mengatakan setengah kosong. Dua pendapat itu yang biasanya kerap kita dengar.

Pendapat yang mengatakan bahwa gelas itu isinya tinggal setengah mencerminkan sikap pesimistis. 

"Ahh..airnya sisa setengah."

Sedangkan pendapat kedua yang mengatakan bahwa gelas tersebut setengah penuh mencerminkan sikap optimistis. 

"Gelasnya masih berisi setengah."

Saya memakai analogi gelas ini untuk mengaitkan dengan acara Musran yang kita lakukan sekarang. Seringkali cara pandang kita terhadap musran, atau muscab dan lainnya terjebak pada alasan klise: sebagai regenerasi kepemimpinan atau penyegaran organisasi.

Pendapat itu tentu saja tidak salah. Tapi hal itu mirip dengan pernyataan bahwa gelas itu setengah kosong. Padahal, cara pandang kita terhadap sebuah peristiwa akan menentukan bagaimana cara kita bekerja. 

Bagi saya, musran adalah sebuah peristiwa peradaban; bukan hanya rutinitas organisasi atau siklus kepemimpinan. Ketika kita memaknai musran sebagai sebuah peristiwa peradaban, maka langkah-langkah kerja kita adalah cara untuk membangun peradaban.

Usia PKS itu bukan 17 tahun. Umur PKS itu bukanlah berpatokan pada saat partai ini dideklarasikan. Bagi saya, PKS itu usianya melebihi 17 tahun karena ia dirancang jauh sebelum partai ini berdiri oleh para pencetus dakwah. 

PKS adalah sebuah cita-cita. PKS adalah sebuah generasi baru. PKS adalah peradaban baru, bukan kendaraan politik seseorang untuk meraih kursi kekuasaan.

Kita tak perlu berkecil hati dengan keberadaan kita di struktur terendah yakni tingkat kelurahan. Karena sesungguhnya, kerja-kerja peradaban itu bukan melihat dimana posisi kita tapi apa yang telah kita kerjakan dan bagaimana cara kita bekerja.

Jika cara pandang peradaban semacam ini kita miliki, maka saat kita diminta untuk memasang spanduk, kita akan menyambutnya dengan penuh semangat. Begitu pula ketika diminta direct selling dan sebagainya.

Islam itu akan menang dan unggul. Saya berkeyakinan bahwa PKS adalah salah satu komponen umat yang akan membuat Islam berjaya. Kemenangan Islam itu sunnatullah, sudah menjadi takdir Allah bahkan ketika kita hanya berdiam diri.

Persoalannya, jika Islam sudah Allah takdirkan berjaya, lalu kita tak memberikan kontribusinya, pantaskah kita disebut sebagai kader dakwah?

Kemenangan itu sudah kian dekat. Sudah saatnya kita terus bergerak untuk memastikan bahwa kita adalah salah satu umat yang memiliki sumbangsih bagi kegemilangan peradaban Islam.

Allahu Akbar...Allahu Akbar..Allahu Akbar...

Erwyn Kurniawan
Ketua DPRa PKS Jatimulya

Sumber: