Breaking News

Perkuat Pendidikan Karakter Bangsa

Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Tb. Soenmandjaja
PKSTangerang.com - Setelah mencermati dan mempertimbangkan secara saksama berbagai dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) telah sepakat bahwa perlunya penataan kembali sistem demokrasi Pancasila dalam segenap bidang kehidupan. MPR berharap dapatnya diperkuat pendidikan karakter bangsa. Pancasila sebagai ideologi negara harus dipahami bersama secara terbuka dengan mengembangkan wacana dan dialog di dalam masyarakat sehingga dapat menjawab tantangan Indonesia masa kini dan masa depan.

Pemahaman yang utuh dan menyeluruh kepada generasi bangsa, terutama generasi muda sebagai generasi penerus bangsa untuk secara sadar memahami Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sangatlah diperlukan.

“Dalam menghadapi tantangan tersebut, MPR perlu terus memperkuat pendidikan karakter bangsa bersama penyelenggara negara lainnya,” kata Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Tb. Soenmandjaja saat menjadi pembicara kunci pada Pembukaan Seminar Nasional dengan tema “Konsep dan Implementasi Sistem Demokrasi Pancasila Dalam Bidang Sosial dan Budaya” di Pekanbaru, Provinsi Riau.

Seminar Nasional ini terselenggara atas kerja sama MPR RI dengan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska Riau).

Soenmandjaja menegaskan MPR harus mendorong agar semua tingkat pendidikan nasional memuat nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dalam kurikulum pendidikan nasional dan implementasinya sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan nasional.

Menurut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, nilai-nilai yang tumbuh, hidup, dan berkembang dalam kehidupan masyarakat menjadi perekat dan pengikat kerukunan bangsa. Nilai-nilai tersebut telah menjadi kekuatan pendorong untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Kristalisasi nilai-nilai tersebut, tidak lain adalah sila-sila yang terkandung dalam Pancasila.

Menurutnya, Pancasila telah membimbing kehidupan lahir dan batin di dalam masyarakat Indonesia. Pancasila sebagaimana termaktub pada Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar negara. Di dalam Pancasila itulah tercantum kepribadian dan pandangan hidup bangsa yang telah diuji kebenaran dan keampuhannya, sehingga tidak ada satu kekuatan manapun juga yang mampu memisahkan Pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia.

Soenmandjaja menjelaskan, MPR RI yang juga sebagai lembaga perwakilan sekaligus lembaga demokrasi adalah wadah bermuaranya berbagai aspirasi masyarakat dan daerah sebagai manifestasi kedaulatan rakyat. Keberadaan lembaga MPR pasca reformasi menjadi sangat penting dan strategis dalam mendorong pengembangan kehidupan demokrasi sesuai dengan cita-cita proklamasi dan tuntutan reformasi.

Sejalan dengan perkembangan demokrasi yang semakin dinamis, menurut Soenmandjaja, lembaga MPR wajib mengelola secara konstitusional berbagai aspirasi masyarakat dan daerah yang sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Oleh karena itu, sebagai lembaga perwakilan yang merupakan representasi dari perwakilan politik dan daerah, perlu kiranya menyerap dan mengelola aspirasi yang kami pandang penting ini, terutama dengan kalangan dari dunia akademis.

Pada kesempatan itu, Soenmandjaja berharap Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim dapat terus meningkatkan kualitas perannya dalam mengemban amanah Tridharma Perguruan Tinggi, mencetak manusia-manusia Indonesia yang berilmu, berintegritas tinggi, berkarakter Indonesia dan berwawasan luas. [pikiran-rakyat.com]

Tidak ada komentar