Breaking News

PKS Minta Polri Jadi "Imam" Pemberantasan Korupsi

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini
PKSTangerang.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Jazuli Juwaini meminta, Polri menjadi "imam" dalam penegakan hukum termasuk dalam pemberantasan korupsi.

Pernyataan itu disampaikan Jazuli Juwaini dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, yang juga dihadiri Wakapolri Komjen Budi Gunawan dan Kabareskrim Komjen Budi Waseso.

"Polri harus jadi imam dalam penegakan hukum," kata Jazuli, Kamis, 2 Juli 2015.

Dalam konteks keislaman, kata Jazuli, Polri sudah memenuhi segalanya untuk menjadi imam. Bukan kebalikannya, yang kini dilimpahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Alasannya, Polri jauh lebih dulu lahir ketimbang KPK. Dan itu syarat menjadi imam dalam Islam.

"Dalam ilmu fiqih, Imam itu usianya lebih tua dan lebih faseh," ujarnya.

Meski kini banyak yang mengkritik, Jazuli meminta Polri tidak terlalu menanggapi. Tetap menjalankan pemberantasan kasus korupsi.

"Jangan hiraukan celetukan-celetukan yang nggak perlu, jalan saja pak," kata Ketua Fraksi PKS ini.

Hal senada dikatakan anggota PKS lainnya, Aboebakar Alhabsy. Aboebakar mengatakan, Polri harus lebih garang dan kencang dalam mengusut kasus korupsi. Kini, banyak kasus yang diusut Polri seperti kasus TPPI, payment gateway yang menetapkan Denny Indrayana (mantan Wakil Menkumam), hingga kasus pimpinan KPK nonaktif Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

"Umur Pak Buwas (Kabareskrim Komjen Budi Waseso) lebih tua, mainkan pak. Sehingga nggak perlu lagi ad hoc - ad hoc itu," katanya.

Dia yakin, seandainya Polri bisa lebih kencang dan makin bagus menangani masalah korupsi, KPK dengan sendirinya akan dibubarkan.

"Kalau Polri jalan baik, KPK hanya supervisi penasihat. Nggak ada lagi OTT (operasi tangkap tangan) OTT itu," ujar Alhabsyi. [viva.co.id]

Tidak ada komentar