Breaking News

Meski Penuh Muslihat, Politik Tak Boleh Halalkan Segala Cara

Fahri Hamzah
PKSTangerang.com - Guna memberi pesan moral kepada masyarakat untuk menjaga garis kebudayaan, Partai PDI Perjuangan menggelar pentas ketoprak yang dihadiri sejumlah pejabat negara. Termasuk Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

Diketahui, acara tersebut tidak ada motivasi soal politik. Namun beberapa adegan dalam pentas tersebut menyinggung soal politik yang ada di Indonesia.

"Politik itu selalu menjadi bagian yang paling riil. Kalau dalam kesenian, politik itu ada tikam-menikam, pembunuhan, pengkhianatan dan dinamika," kata Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah usai menghadiri pentas ketoprak di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015) malam.

Melihat pertunjukan tersebut, Fahri sama sekali tidak tersinggung jika pentas kesenian yang menunjukkan keindahan seni namun juga menyentil masalah perpolitikan di Indonesia.

"Politik memang ada muslihat. Tapi dalam bermuslihat harus ada keagungan, kejujuran dan kebaikan yang harus diusahakan terus menerus," imbuhnya.

Menurutnya, begitulah politik yang ada, selalu ada akal daya dan muslihat yang kadang menghalalkan segala cara.

"Tidak boleh politik jadi tak beradab. Politik memang kadang mengantarkan pada pertengkaran dan beda pendapat. Tapi di dalamnya perlu menjaga keluhuran agar tidak menghalalkan segala macam cara," bebernya.

Sebagai informasi, pentas yang berlakon Bangun Majapahit ini menceritakan soal Raja Majapahit yang mengajak sekelompok pemuda yakni Ranggalawe dan teman-temannya untuk memiliki semangat kebersamaan dan loyal kepada negaranya.

Raden Wijaya dan para pemuda tersebut, berhasil membabat hutan dan membangun Kerajaan Majapahit. Diharapkan usai menyaksikan pentas tersebut, penonton dapat tergugah semangatnya dengan merefleksi kehidupan masyarakat pada masa Kerajaan Majapahit yang memiliki etos kerja tinggi dan loyal pada negara.
 
Sumber: Okezone.com

Tidak ada komentar