Breaking News

Pemkab Lebak Gelar Pesta Tahun Baru, PKS: Harusnya Muhasabah biar Keluar dari Daerah Tertinggal

PKSTangerang.com - Pemkab Lebak akan menggelar pesta menyambut tahun baru 2016 melalui kegiatan car free night yang sebelumnya telah diujicoba, Sabtu (19/12/2015). Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Lebak, Alkadri telah memastikan car free night akan digelar Kamis (31/12/2015) malam ini.

Terkait rencana pesta penyambutan tahun ini, Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Lebak Dian Wahyudi menyarankan, supaya perayaan malam pergantian tahun lebih baik dilakukan dengan cara muhasabah dan introspeksi diri. Pasalnya, Kabupaten Lebak masih menyandang predikat Daerah Tertinggal di Indonesia. 

Menurut Dian, Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak seharusnya lebih meramaikan masjid-masjid dengan mengundang masyarakat untuk bersama-sama menggelar muhasabah ketimbang membuat acara semacam car free night yang hanya sebatas meramaikan pusat Kota tanpa mempunyai makna.

"Harusnya, Pemerintah Daerah (Lebak) mengumpulkan masyarakat, tokoh agama di Masjid agung, buat acara Muhasabah untuk bersama-sama mengajak masyarakat saling mengintrospeksi diri agar Kabupaten Lebak segera keluar dari kategori daerah tertinggal," ujar Dian kepada Banten Hits, Kamis (31/12/2015).

Terlebih kata Dian, masih banyak yang hal yang harusnya dilakukan Pemerintah Daerah dalam memenuhi harapan warga Lebak yang seyogyanya menjadi Pekerjaan Rumah (PR) dan membutuhkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat.

"Sektor pendidikan, kesehatan yang berkualitas dan terjangkau sehingga orang miskin dapat terlayani saat sakit, lapangan pekerjaan, pelayanan publik yang semakin makin cepat, murah dan mudah diakses, serta kualitas insfrastruktur jalan dan jembatan yang harus terus ditingkatkan," bebernya.

Kendati sebagai partner Pemerintah, Dian menyebut kader PKS akan tetap kritis mengingatkan Pemerintah Daerah demi terwujudnya Kabupaten Lebak yang lebih maju.

"Masih banyak yang menjadi PR Pemerintah dan kita bersama. Misalnya, memutus mata rantai lingkaran kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan dengan berbagai program ekonomi kerakyatan," jelasnya.

Terkait predikat daerah tertinggal untuk Kabupaten Lebak ini, pernah menuai pertanyaan dari elemen mahasiswa lantaran ketidaksinkronan antara indikator yang digunakan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. Pasalnya, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya sering menyatakan bahwa persoalan wilayah tertinggal di daerahnya sudah tertuntaskan.

"Jangan sampai pernyataan itu hanya sebagai pencitraan saja, padahal kondisinya tidak seperti itu," kata Ketua Umum Koordinator Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Lukman Hakim kepada Banten Hits, belum lama ini.

Sementara, terkait car free night, DPRD Kabupaten Lebak meminta car free night di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak dievaluasi. Bahkan, jika perlu car free night yang kali pertama dilakukan pada Sabtu (19/12/2015) malam tak lagi digelar oleh Pemkab Lebak. 

"Orang tua bawa anak-anaknya ke CFN (car free night) dari mulai Magrib sampai malam demi hiburan. Memberi hiburan untuk masyarakat boleh aja, tapi jangan juga melabrak program bagus yang sudah dibuat Bupati (Maghrib Mengaji-red), karena akan kacau jadinya," kata Anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Fraksi PKS Dian Wahyudi.

Sumber: Bantenhits.com

Tidak ada komentar