Breaking News

Kejar Ketertinggalan, Belanja Langsung di APBD Banten Harus Ditingkatkan


PKSTangerang.com - Serang, 22 Maret 2016. Menteri pertanian RI Kabinet Indonesia bersatu periode 2004-2009 Anton Apriyantono mengatakan, jika Provinsi Banten ingin mengejar ketertinggalan dari Provinsi lainnya, maka anggaran real yang langsung bersentuhan dengan masyarakat harus lebih ditingkatkan.

Menurutnya, saat ini di Banten program pembangunan yang sedang berjalan belum berjalan secara seimbang.

Ia melihat, ketimpangan pembangunan masih begitu nampak. Kita bisa lihat satu sisi pembangunan dikota begitu cepat berkembang, namun disisi lain masih banyak masyarakat yang belum mempunyai jamban, sekolah yang rusak dipelosok Banten serta akses dibeberapa daerah yang sulit karena tidak terdapat jembatan terutama wilayah selatan.

Tentu jika hal tersebut belum juga mengalami perbaikan, maka politik anggaran kita harus diperbaiki. Ujarnya dengan semangat.

Menurut Doktor ilmu pangan ini, untuk memperbaiki Banten harus dimulai dari desa. Sehingga nantinya akan tercipta keseimbangan pembangunan. Pos anggaran Provinsi Banten untuk pembangunan desa harus lebih diperbesar supaya pembangunan langsung dirasakan oleh masyarakat.

Selain infrastruktur yang harus segera disegera di kejar adalah masalah SDM, Berbicara mengenai sumber daya manusia sebenarnya dapat dilihat dari 2 aspek yaitu aspek kualitas dan aspek kuantitas.

Aspek kuantitas mencakup jumlah SDM yang tersedia dari jumlah penduduk, sedangkan aspek kualitas mencakup kemampuan SDM baik fisik maupun non fisik seperti kecerdasan, dan mental. Dalam melaksanakan pembangunan pengembangan sumber daya manusia sangat diperlukan, sebab kuantitas SDM yang besar tanpa didukung kualitas yang baik akan menjadi beban pembangunan. Ujarnya

Sementara Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Banten, Sanuji Pentamarta mengatakan dialog dengan masyarakat Banten dalam rangka ingin menampung masukan dari masyarakat untuk program Pembangunan di Provinsi Banten.

Fraksi PKS ingin mendengar langsung apa masukan dari masyarakat, sehingga nantinya program pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah Provinsi Banten sesuai harapan masyarakat Banten

Selain Anton Apriyantono yang hadir pada kesempatan tersebut adalah perwakilan dinas UMKM, PT Jamkrida sementara Kepala Bapeda Provinsi Banten yang juga diundang tidak bisa hadir karena sedang ada tugas keluar Kota.

Sumber : Sahabat Anton
Serang, 22 Maret 2016.  Menteri pertanian RI Kabinet Indonesia bersatu periode 2004-2009 Anton Apriyantono mengatakan, jika Provinsi Banten ingin mengejar ketertinggalan dari Provinsi lainnya, maka anggaran real  yang langsung bersentuhan dengan masyarakat harus lebih ditingkatkan.
Menurutnya, saat ini di Banten  program pembangunan yang sedang berjalan belum berjalan secara seimbang.
Ia melihat,  ketimpangan pembangunan masih begitu nampak. Kita bisa lihat satu sisi  pembangunan dikota begitu cepat berkembang, namun disisi lain masih banyak masyarakat yang belum mempunyai jamban, sekolah yang rusak dipelosok Banten serta akses dibeberapa daerah yang sulit karena tidak terdapat jembatan terutama wilayah selatan.
Tentu jika hal tersebut belum juga mengalami perbaikan, maka politik anggaran kita harus diperbaiki. Ujarnya dengan semangat.
Menurut Doktor ilmu pangan ini,  untuk memperbaiki Banten harus dimulai dari desa. Sehingga nantinya akan tercipta keseimbangan pembangunan. Pos anggaran Provinsi Banten untuk pembangunan desa harus lebih diperbesar supaya pembangunan langsung dirasakan oleh masyarakat.
Selain  infrastruktur  yang harus segera disegera di kejar adalah masalah SDM, Berbicara mengenai sumber daya manusia sebenarnya dapat dilihat dari 2 aspek yaitu aspek kualitas dan aspek kuantitas.
Aspek kuantitas mencakup jumlah SDM yang tersedia dari jumlah penduduk, sedangkan aspek kualitas mencakup kemampuan SDM baik fisik maupun non fisik seperti kecerdasan, dan mental. Dalam melaksanakan pembangunan pengembangan sumber daya manusia sangat diperlukan, sebab kuantitas SDM yang besar tanpa didukung kualitas yang baik akan menjadi beban pembangunan. Ujarnya
Sementara Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Banten, Sanuji Pentamarta mengatakan dialog dengan masyarakat Banten dalam rangka ingin menampung masukan dari masyarakat untuk program Pembangunan di Provinsi Banten.
Fraksi PKS ingin mendengar langsung apa masukan dari masyarakat, sehingga nantinya program pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah Provinsi Banten sesuai harapan masyarakat Banten
Selain Anton Apriyantono yang hadir  pada kesempatan tersebut adalah perwakilan dinas UMKM, PT Jamkrida sementara Kepala Bapeda Provinsi Banten  yang juga diundang tidak bisa hadir karena sedang  ada tugas keluar Kota.
- See more at: http://sahabatanton.id/kejar-ketinggalan-belanja-langsung-di-apbd-banten-harus-ditingkatkan/#sthash.VYji0lPK.yq4iBdJh.dpuf

Tidak ada komentar