Breaking News

Abaikan Nasib 'Manusia Perahu', PKS Kecam Pemerintah DKI

Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat DPP PKS, Fahmy Alaydroes
Kabtangerang.pks.id - Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat DPP PKS, Fahmy Alaydroes mengatakan, membiarkan korban penggusuran pemukiman Pasar Ikan dan Luar Batang yang kini menjadi 'manusia perahu' merupakan tindakan yang tidak manusiawi.

"Perahu bukan rumah dan bukan hunian yang layak baik ditinjau dari sudut kesehatan, pendidikan, sosial, keamanan, apalagi keselamatan. Setiap saat bahaya mengancam. Membiarkan sekelompok warga untuk tinggal di perahu, mengabaikan nasib mereka adalah tindakan yang sangat tidak manusiawi oleh pemerintah yang seharusnya melindungi dan mensejahterakan rakyatnya," kata Fahmy dalam rilis di Jakarta, Jumat (15/4).

Fahmy menilai, Gubernur Ahok terlalu kasar dengan mengusir mereka atas alasan penertiban dan pembangunan kota Jakarta. Perlakuan dan pendekatannya kepada penduduk miskin yang bermukim di ibu kota menimbulkan kegeraman dari berbagai pihak.

Dia menyoroti pada saat yang bersamaan gubernur juga memberikan akses dan kemudahan izin pengembangan bagi berbagai kelompok pengembang swasta yang dinilai kaya raya. "Penertiban dan pembangunan wilayah kumuh Jakarta adalah kewajiban Pemda DKI. Kita sepakat dan mendukung penuh setiap kebijakan dan langkah-langkah pemerintah dalam hal ini. Semua pihak akan mendukung, asal dilakukan dengan cara dan pendekatan yang bijak dan memperlakukan rakyat dengan cara yang baik dan berkeadilan," ujar Fahmy.

Fahmy mengingatkan, mereka adalah rakyat Jakarta, yang berhak mendapat perlindungan dan pelayanan yang layak sehingga seharusnya Pemerintah DKI memperlakukan mereka dengan bijak.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok mengatakan keberadaan manusia di perahu di dekat lokasi penggusuran Pasar Ikan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara agar dibiarkan saja sampai kapan pun. "Manusia perahu itu tunggu kesempatan untuk mau balik lagi, kita biarin saja sampai kapan. Asal jangan ke darat untuk menduduki di situ lagi," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (14/4).

Beberapa warga Pasar Ikan yang tinggal di perahu adalah korban penggusuran yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Senin (11/4). "Dia bilang manusia perahu mau ikut kerja di kawasan itu, tapi rusun Marunda ada kanal timur dan ada nelayan di Cilincing, Cakung. Maksud saya kalau profesinya nelayan, kenapa tidak pindah ke Marunda saja karena lebih dekat," kata Ahok.

Sumber: Republika.co.id

Tidak ada komentar