Breaking News

Cinta yang Membuat Kader Terus Bergerak

Kabtangerang.pks.id - Cinta yang Membuat Kader Terus Bergerak

Kita mendapat pelajaran berharga dari kisah Haditsul Ifki. Saat kaum muslimin rehat sejenak, sebuah peristiwa yang seharusnya ditanggapi dengan husnuzhon (prasangka baik) saja cukup, ternyata menjadi hal yang jika tidak disikapi dengan cermat oleh para sahabat waktu itu, akan menjadi awal kehancuran umat.

Oleh karenanya, saat petunjuk Allah swt belum lagi turun, Nabi Muhammad saw telah meminta para sahabat untuk bersiap lagi menuju jabhah, medan jihad. Kerja sesungguhnya telah menanti.

Kader-kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tampak terus sibuk. Kesibukan membuat mereka terus bergerak. Bergerak membuat para kader terbebas dari kejumudan (stagnasi). Banyak struktur masih meramaikan milad (ulang tahun) PKS ke-18 dengan berbagai khidmat. Para pejabat publik, baik yang anggota DPRD, DPR, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, Wakil Walikota serta Gubernur, semua sibuk berkarya untuk warganya. Tidak percaya? Baca www.pks.id secara rutin, maka pasti terjawab dengan mudah.

Program-program kerja meluncur dengan deras ke tengah rakyat; ada program Rumah Keluarga Indonesia atau Pusat Khidmat dengan segala layanan untuk masyarakat, program pemenuhan struktur, program Sekolah Digital, program Sekolah Pemuda Indonesia, program pemberdayaan pengusaha UMKM dan tidak lama lagi juga program peningkatan kapasitas Anggota DPRD se-Indonesia akan digelar.

Sementara itu, para anggota DPR dan DPRD berlomba untuk memperjuangkan kepentingan rakyat di lembaga legislatif. Bukan sekedar basa-basi saat PKS menyatakan menolak Rancangan Undang Undang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty. RUU ini jika lolos, tak diragukan akan mencederai dasar negara Pancasila, terutama sila ke-5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sementara para pengemplang pajak melenggang dengan uang hasil korupsi, rakyat terus dibebani utang pemerintah yang tak kunjung berkurang.

Tak ada yang mendasari semua program dan kerja-kerja tersebut diluncurkan, kecuali rasa cinta yang membuncah untuk Indonesia. Cinta dari para pimpinan (qiyadah) dan kader PKS di seluruh penjuru nusantara untuk rakyat. Cinta menghasilkan kerja, begitupun sebaliknya. Sementara stagnasi hanya akan menghasilkan gosip tak bermutu.

Ketua Bidang Humas DPP PKS
Dedi Supriadi

Sumber: pks.id

Tidak ada komentar