Breaking News

Politisi PKS: Pemerintah Jangan Potong Anggaran Pendidikan

Anggota DPR Fraksi PKS Mahfuz Siddik
Kabtangerang.pks.id - Anggota DPR Fraksi PKS Mahfuz Siddik meminta kepada Pemerintah untuk tidak memangkas anggaran pendidikan khususnya dana tunjangan profesi guru.

"Saya berharap Pemerintah (menkeu) jangan mengurangi anggaran pendidikan atau dengan menahan tunjangan profesi guru. Sebab menahan tunjangan profesi guru ini akan berdampak luar biasa terhadap kondisi pendidikan Indonesia," kata Mahfuz dalam keterangan persnya, Miinggu (28/8/2016).

Menurutnya, jika tunjangan profesi guru ditahan, ini akan mempengaruhi kinerja guru-guru. Guru yang bertugas mendidik bangsa sudah seharusnya diberikan kesejahteraan agar bisa fokus dalam melahirkan dan mendidik calon - calon pemimpin bangsa yang akan datang.

"Tentunya kita tidak ingin mendengar ada lagi guru yang menjadi tukang ojek setelah pulang mengajar atau guru yang berutang kesana-kemari untuk menutupi biaya hidup." harap Mahfuz.

Oleh karena itu, lanjutnya, Menkeu Sri Mulyani yang juga pernah jadi dosen agar berpikir ulang untuk menahan tunjangan profesi guru.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani berencana akan mengurangi anggaran pendidikan untuk efisiensi dan meningkatkan pemasukan anggaran negara.

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ini mulai mengoreksi dana tunjangan profesi guru. Di hadapan Komisi XI DPR RI, Menkeu menyatakan akan menahan Rp23,3 triliun dana tunjangan profesi guru atau 33,4 persen dari total tunjangan profesionalisme guru yang mencapai Rp69,7 triliun dalam APBN-P 2016.

Sumber: inilah.com

Tidak ada komentar