Breaking News

Ini Profil dan Perjalanan Anies Baswedan Jadi Cagub DKI

Cagug DKI, Anies Baswedan
Kabtangerang.pks.id - Anies Baswedan resmi maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta di Pilgub DKI 2017 berpasangan dengan Sandiaga Uno. Anies dan Sandiaga diusung koalisi dua partai yakni Gerindra dan PKS. 

Bagaimana profil dan perjalanan Anies hingga akhirnya maju di Pilgub DKI 2017?

Anies Baswedan adalah tokoh kelahiran Kuningan, Jawa Barat tanggal 7 Mei 1969. Meski lahir di Kuningan, Yogyakarta menjadi kota tempat di mana ia menghabiskan masa kecil hingga duduk di bangku kuliah.

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu kemudian berhasil mendapat beasiswa bergengsi Fullbright untuk melanjutkan S2 di University of Maryland, Amerika Serikat. Gelar PhD dia diperoleh dari Northern Illinois University, AS, di bidang ilmu politik pada tahun 2005. 

Dua tahun berselang pasca Anies menyelesaikan studi doktoralnya, ia dilantik sebagai rektor Universitas Paramadina sekaligus menjadi rektor termuda dengan usia 38 tahun. 

Anies kemudian dikenal luas sebagai tokoh yang berpengaruh bagi pendidikan Indonesia. Indonesia Mengajar adalah program yang digagasnya sejak 2009 untuk merekrut, melatih, dan mengirim generasi muda terbaik bangsa untuk mengajar ke berbagai daerah terpencil di Indonesia. 

Tahun 2013, Anies sempat menjajaki dunia politik dengan mengikuti konvensi Partai Demokrat untuk penjaringan Pilpres 2014. Akan tetapi, Demokrat yang hanya memiliki 10 persen di pemilu legislatif, tak bisa mengusung calon sendiri. Pada akhirnya, Demokrat memilik netral dengan tak mendukung pasangan mana pun di Pilpres. 

Tak jadi maju dari Demokrat, sambil terus melakukan sejumlah gerakan sosial, Anies merapat ke kubu capres-cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Anies yang pandai berorasi dan dianggap mampu menginspirasi, membuatnya ditunjuk menjadi juru bicara Jokowi-JK selama Pilpres 2014. 

Jokowi-JK kemudian dinyatakan sebagai pemilu presiden 2014 mengalahkan pasangan Prabowo-Hatta. Saat Kabinet Kerja resmi diumumkan pada Oktober 2014, Anies Baswedan masuk sebagai salah satu menteri yakni sebagai Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah. 

Hanya saja, belum purna tugasnya sebagai Mendikbud, ia terkena reshuffle pada 27 Juli 2016. Posisinya digantikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Muhadjir Effendy. Sejumlah pihak bersuara menyayangkan pergantian Anies ini. 

Namun hanya dua bulan berselang setelah rehuffle itu, nama Anies mendapat sorotan beberapa partai politik yang melihat Anies punya kans untuk memenangkan Pilgub DKI. Namanya juga masuk dalam daftar survei bakal cagub DKI.

Tawaran dan komunikasi politik pun bergulir. Hampir semua parpol kecuali PDIP dan parpol pendukung Ahok lain, menemui Anies untuk dimintai kesediaan menjadi cagub atau cawagub DKI. 

Tapi dari beberapa parpol itu, ternyata Gerindra dan PKS yang berhasil merebut hati Anies. Jumat (23/9) malam di penghujung pendaftaran, namanya diumumkan oleh ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai cagub DKI bersama Sandiaga Uno.

Meski bukan kader partai, Gerindra dan PKS rupanya sangat mempertimbangkan Anies sebagai tokoh yang layak untuk dapat membawa perubahan positif untuk Jakarta. Kini Anies-Sandiaga sudah masuk gelanggang dan turut siap memenangkan Pilgub DKI melawan dua pasangan calon lain: Ahok-Djarot dan Agus-Sylviana.

Sumber: detik.com

Tidak ada komentar