Breaking News

PKS Anggap Ketimpangan Ekonomi di Indonesia Sudah Darurat

Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman
KABUPATEN TANGERANG - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman memperingatkan kepada pemerimtah bahwa saat ini Indonesia tengah mengalami ketimpangan ekonomil yang sangat serius. Bahkan kata Sohibul, ketimpangan ekonomi di Indonesia sudah pada level darurat, baik ketimpangan pendapatan maupun akses pada lahan.

Dia juga menilai etimpangan ekonomi ini berbahaya bagi stabilitas sosial ekonomi dan politik di akar rumput, karena dapat menimbulkan gejolak konflik sosial ekonomi dan politik di tengah-tengah masyarakat.

"Kita tahu gini ratio untuk pendapatan sudah 0,41 dan gini rasio untuk akses pada lahan itu lebih dari0,7, ini sudah kami katergorikan sebagai darurat ketimpangan ekonomi," keluh Sohibul Iman, saat jumpa pers di Kantor Pusat PKS, Jakarta Selatan, Ahad (5/3).

Meski demikian Sohibul Iman menyatakan, pihaknya mengapresiasi apa yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo terkait ketimpangan ekonomi ini pada Tanwir Muhammadiyah pekan lalu. Ketika itu Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah sedang menyiapkan New Economic Policy, yaitu ekonomi yang berkeadilan dan ditujukan untuk mengatasi ketimpangan ekonomi tersebut.

"Kami sekalipun diluar pemerintahan, PKS tetap mengapresiasi itu dan kami semua turut mendorong agar itu semua benar-benar dilaksanakan. Shingga darurat ketimpangan ekonomi dapat diatas dengan cepat," tegas Sohibul.

Maka dari itu kata Sohibul, PKS mendorong pemerintah untuk memperluas kerjasama di bidang ekonomi, tenaga kerja, energi, pariwisata, pendidikan, keagamaan dan sosial budaya dengan Negara-negara Timur Tengah dan Asia Tengah seperti Kerajaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Turki.

Sehingga pihaknya juga mendesak pemerintah untuk menindaklanjuti berbagai kerjasama yang telah disetujui dengan Raja Arab Saudi untuk kemajuan dan kemaslahatan Umat, Bangsa dan Negara.

“PKS menyerukan kepada negara-negara Timur Tengah dan Asia Tengah untuk mempertimbangkan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan baru," tutur presiden PKS keenam itu.

Sumber: Republika.co.id

Tidak ada komentar