Breaking News

HNW: NKRI Bukti Sejarah Hadirnya Politik Islam

Wakil ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat menghadiri diskusi publik bertajuk Menolak Lupa: Peringatan Mosi Integral M. Natsir Menghadirkan NKRI yang diselenggarakan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Ruang Pleno FPKS, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (3/4).
KABUPATEN TANGERANG - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menepis sebagian kalangan yang meragukan peran kebangsaan dari Umat Islam belakangan ini. Menurut Hidayat, NKRI merupakan buah dari politik Islam yang saat itu digawangi oleh Muhammad Natsir.

“Lahirnya Mosi Integral Muhammad Natsir merupakan bukti betapa pedulinya politisi Islam terhadap kondisi negara yang terpecah-pecah karena hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haag Belanda yang mengharuskan Indonesia berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) dan terdiri dari beberapa negara bagian,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/4).

Hidayat Nur Wahid mengatakan hal ini saat menjadi pembicara dalam Seminar Fraksi PKS yang digelar di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (3/4) kemarin. Seminar yang bertema ‘Menolak Lupa, Memperingati Mosi Integral Natsir,’ tersebut dikupas mengenai catatan sejarah Mosi Integral Muhammd Natsir yang menyatukan kembali bangsa Indonesia ke dalam wadah bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

“Hal demikian sebagai bukti betapa antara keislaman dengan politik, tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Hidayat menambahkan sejak awal tokoh Islam amat mencintai Indonesia, sehingga tidak heran tokoh seperti Muhammad Natsir memiliki gagasan untuk menghindari Indonesia dari perpecahan. 

“Muhammad Natsir terus memperjuangkan gagasan itu kepada semua partai politik di parlemen untuk membentuk kembali NKRI yang sesuai dengan cita-cita proklamasi dan UUD NRI Tahun 1945,” kata dia.

Menurut dia, NKRI berdiri kembali setelah adanya Mosi Integral yang diperjuangkan oleh Muhammad Natsir. Mosi ini dilaksanakan dengan ditandai dibubarkannya RIS pada 17 Agustus 1950. 

“Mengacu pada catatan sejarah bisa dikatakan tidak mungkin umat Islam dianggap tidak cinta NKRI,” katanya.

Mosi Integral Natsir bagaimanapun juga telah menjadi jalan paling elegan kembali ke NKRI yang mampu bertahan hingga saat ini. Sehingga umat Islam dan semua elemen bangsa wajib menjaganya dari pihak-pihak yang mencoba memecahnya. 

“Umat Islam dan semua elemen bangsa harus terus bersatu untuk tetap menjaga keutuhan NKRI yang benar-benar diharapkan dan dicita-citakan oleh para ‘founding fathers’,” imbaunya.

Menurut Hidayat hal ini penting sebab, Mosi Integral Natsir juga mengandung adanya pesan persatuan seluruh kompoten bangsa. Mengingat konsep itu tidak akan terwujud tanpa adanya semangat persatuan dari semua kekuatan politik yang ada saat itu. 

“Bagaimanapun juga gagasan Mosi Integral tidak akan tercapai tanpa dukungan semua kekuatan politik yang ada saat itu,” ujarnya. 

Dengan semangat persatuan, kehadiran Natsir sebagai Ketua Fraksi Masyumi, bersama kekuatan-kekuatan politik di parlemen lintas ideologi mampu menghasilkan konsep brilian untuk menyelamatkan Indonesia dari perpecahan.

Sumber: Republika.co.id

Tidak ada komentar