Breaking News

Luncurkan Rumah Keluarga Indonesia Ini Harapan PKS

KABUPATEN TANGERANG - Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang digagas Partai Keadilan Sejahtera optimis dapat mengelola bonus demografi dengan baik serta menjadi rujukan keluarga-keluarga di Indonesia dalam mengelola keluarga yang berkualitas.

Demikian hal itu disampaikan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman (MSI) dalam peringatan Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional di Bogor, Ahad (6/8).

Sohibul Iman menjelaskan, pada dasarnya setiap anak memiliki potensi kebaikan yang dapat diarahkan. Keluarga merupakan salah satu agen sosial yang efektif dalam mengasah potensi kebaikan tersebut.

“PKS yakin bahwa anak-anak dapat diarahkan menjadi lebih tangguh. Dan, anak-anak yang tangguh ini akan terlahir dari keluarga yang tangguh juga. Melalui RKI, kami terus menerus bersama masyarakat untuk meningkatkan kualitas keluarga-keluarga Indonesia,” ucapnya.

Dia menambahkan, keluarga dapat menjadi perantara dalam menyampaikan pendidikan moral kepada anak. Karena menurutnya, pendidikan formal yang didapatkan oleh anak-anak harus diimbangi dengan pendidikan moral dan pendidikan agama.

“Keluarga dapat mentransmisikan pengetahuan dan pendidikan moral kepada anak-anak. Sehingga mereka dapat menjadi pewaris nilai-nilai luhur masyarakat Indonesia,” lanjut Sohibul Iman.

Maka dari itu ia optimistis, kegiatan Rumah Keluarga Indonesia melalui program penokohan Keluarga akan memberikan dampak positif terhadap bonus demografi dan kemajuan Indonesia kedepan.

Ditempat yang sama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan menegaskan bahwa anak-anak adalah amanah yang diberikan oleh Tuhan untuk dididik dan diarahkan pada sesuatu yang baik. Oleh karenanya, orang tua harus memiliki bekal yang cukup dalam mengelola tanggungjawab tersebut.

“Anak adalah titipan bukan beban, anak adalah amanah bukan masalah. Maka, sudah seharusnya orang tua sebagai orang dewasa pertama yang harus bertanggung jawab terhadap pendidikan anak,” kata Netty.

Selain itu, keluarga juga harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak-anak. Sehingga masih menurut Netty, angka kekerasan dan diskriminasi terhadap anak akan menurun.

Netty berharap, Rumah Keluarga Indonesia dapat menjadi ajang belajar keluarga-keluaraga di Indonesia. Sehingga, keluarga yang akan dikelola menjadi keluarga yang berkualitas.

“RKI dapat menjadi rujukan masyarakat dalam mengelola keluarga, memberikan pendidikan kepada anak. Semoga kita bisa berkomitmen membangun bangsa ini melalui ketahanan keluarga,” tegasnya.

Sumber: kini.co.id

Tidak ada komentar