Breaking News

Dua Aleg PKS Kabupaten Tangerang Hadiri Seminar Strategi Pemenangan dan Pembangunan Daerah


KABUPATEN TANGERANG - Dalam rangka optimalisasi dakwah dengan memahami strategi dan model pembangunan daerah yang berpihak pada kepentingan masyarakat, Dewan Pengurus Pusat (DPP)  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Polhukam menggelar seminar yang bertajuk 'Strategi Pemenangan dan  Pembangunan Daerah: Peluang dan Tantangan,' di Hotel Aston, Jakarta Selatan, Rabu (22/11).

Seminar yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Fraksi PKS (FPKS) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI ini dihadiri oleh sejumlah tokoh. Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) MPR RI, Tifatul Sembiring. "Kegiatan ini kita lakukan secara berkala di Fraksi MPR RI, dan semuanya terkait dengan MPR RI yang kaitannya dengan konstitusi," ujarnya.


Dalam acara tersebut turut hadir Presiden PKS, Sohibul Iman, Ketua Bidang Polhukam DPP PKS Al-Muzzammil Yusuf, Guru Besar UGM, Mudrajad Kuncoro, Wakil Walikota Bekasi, Akhmad Syaikhu. Kemudian hadir pula dua Aleg PKS Kabupaten Tangerang, Syarifullah dan Rispanel Arya.

"Kesan mengikuti acara ini sangat inspiratif dan bermanfaat, terutama bagi kami pejabat publik sehingga bisa memaksimalkan peran aleg dalam pembangunan Kabupaten Tangerang. Selain itu bisa memokratisasi dan desentralisasi secara lebih mendalam juga hubungan APBN dengan APBD serta hak yang akan didapat oleh daerah," tutur Rispanel.

Tifatul menyinggung ihwal penyanderaan yang terjadi di Timika, Papua. Menurutnya, hal tersebut terjadi lantaran iri karena tidak mendapat bagian dari PT Freeport.

"Sedikit saja baru-baru ini terjadi penyanderaan di Timika 1.300 orang yaitu terusiknya penambangan emas masyarakat di situ, tapi sebetulnya gali punya gali mereka jealous tidak dapat bagian dari Freeport," imbuhnya.
Tifatul menambahkan, Indonesia merupakan sebuah negara yang besar yang dibuktikan dengan ribuan pulau, bahasa, suku, dan lainnya. Besarnya bangsa Indonesia, kata Tifatul justru menjadi tantangan sendiri dalam pengelolaannya.



Tidak ada komentar