Breaking News

Cetak Kader Perempuan Pelopor, DPD PKS Kabupaten Tangerang Adakan Diklat


KABUPATEN TANGERANG - Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Tangerang mengadakan agenda diklat kader perempuan pelopor dan kader perempuan pelopor muda. Agenda yang digagas oleh  biro Peningkatan Kapasitas Kader Perempuan (BKKP) ini mengusung tema "Membangun Personal Branding." Selain dilatih menjadi pemimpin, pada diklat tersebut para peserta perempuan juga dilatih tentang benchmarking, networkingfundraising, dan leadership achievement agar menjadi pembina masyarakat baik dalam komunitas atau masyarakat secara umum, di gedung DPD PKS Kabupaten Tangerang, Tiga Raksa, Ahad (3/12).

Seperti yang dituturkan oleh Ketua BPPK DPD PKS Kabupaten Tangerang, Ratna Zulaikha, "kader pelopor ini diminta dari setiap Seksi Perempuan dan Ketahanan Keluarga (SPKK). Ada satu kader pelopor muda dari usia 20 hingga 25 tahun dan muaranya untuk ke PKS Muda. Nantinya mereka di lingkungannya atau komunitas remajanya bisa menonjolkan personal brandingnya."

Ratna menambahkan diklat ini minimal diperuntukkan khusus untuk kader pemula dan bukan untuk non kader. Para kader pelopor setelah mengikuti diklat ini diharapkan sudah menemukan passionnya masing-masing, kemudian bisa bermanfaat di masyarakat, dan diaplikasikan nilai yang mereka tekuni. Pada intinya adalah bagaimana kita mengenalkan Islam ke masyarakat sekitar dan mereka memilih PKS.

"Follow up dari agenda diklat ini untuk kader perempuan pelopor muda ialah pada 2019 harus ada Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) dari satu Dapil. Untuk Caleg idealnya dari satu dapil ada yang dari eksternal (non kader) dan internal minimal sebagai anggota pemula. Karena usia produktifnya lebih panjang," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua BPKK DPD PKS Tangerang Selatan, Lilis Laela, dalam pemaparan materinya menyampaikan, “Membangun Personal Branding," seiring dengan majunya perkembangan teknologi, tidak hanya barang yang dapat menjadi sebuah produk dan diberi label. Tapi juga manusia yang memiliki personal branding. Sebelum jadi pelopor maka seseorang harus jadi pemimpin. Seorang pemimpin harus punya ide dan misi. Termasuk letak kesuksesan perempuan dapat dilihat dari bagaimana membangun networking dan menarasikan gagasannya.






Tidak ada komentar