Breaking News

Lima Ratus Relawan PKS Bantu Bencana Jateng

Bencana yang terjadi di Jawa Tengah pekan kemarin menyita perhatian berbagai pihak untuk saling bahu membahu meringankan beban korban bencana. Turut serta membantu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah yang menurunkan ratusan relawan PKS di beberapa titik terdampak.

"Kita berusaha untuk membantu semampu kami, Alhamdulillah sudah ada beberapa relawan yang langsung tanggap ke Lokasi. Mulai hari ini kita turun ratusan relawan ke Klaten, Wonogiri, dan beberapa lokasi lain yang terpisah." terang Ahmadi, Ketua tim Tanggap Bencana PKS Jateng 

Ahmadi menjelaskan bahwa relawan PKS Jateng akan dikirim secara bergelombang untuk terjun membantu korban bencana. Relawan terdiri dari kader, simpatisan, dan masyarakat yang mendaftarkan diri untuk turut serta membantu,

"Kita akan turunkan secara bergilir, mengingat ini relawan yang memang secara sukarela turut membantu. Ada tadi juga anggota dewan yang ikut jadi relawan, bersih - bersih di Wonogiri dan Klaten. Jadi kita sudah buat jadwal - jadwal untuk tiap lokasi. Seperti di Klaten hari ini kita agendakan bersih - bersih dan membuat rakit." ungkap Ahmadi. 

Lebih lanjut Ahmadi menjelasan PKS Jateng akan fokus terlebih dahulu untuk 3 hari kedepan dari Jum'at (1/12) hingga senin (4/12). PKS Jateng membuat jadwal kegiatan untuk terjun ke lokasi sesuai dengan arahan relawan gabungan bersama elemen lainnya.

Menurut pantauan tim relawan PKS di Wonogiri hingga saat ini, setidaknya terdapat 68 desa dari 7 Kecamatan terendam yang mengakibatkan 2800 jiwa mengungsi. Hal tersebut mengakibatkan 1247 rumah terendam air beserta ratusan hektar sawah. 7 Kecamatan terdampak bencana banjir dan longsor di Wonogiri ada kecamatan Karangtengah (Terdampak parah), Tirtomoyo, Batuwarno, Kismantoro, Pracimantoro, Giriwoyo, Manyaran.

Sedangkan untuk bencana banjir dan longsor di Klaten berada di Enam kecamatan itu ialah Prambanan, Gantiwarno, Wedi, Bayat, Cawas dan Trucuk. Luapan air karena hujan masuk ke pemukiman warga yang mengakibatkan kurang lebih 2.000 warga terdampak di kecamatan tersebut.

Sumber: pks.id

Tidak ada komentar