Breaking News

HNW: Santri Harus Pahami Empat Pilar Bangsa

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar pada anak-anak yang mengenyam pendidikan agama Islam di Pondok Pesantren Baitul Hidayah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Foto: Tagar)
BANDUNG - Sebuah sikap dasar mencintai Indonesia, perlu juga diterapkan pada generasi penerus bangsa. Seperti yang dilakukan MPR RI dengan menerapkan Sosialisasi Empat Pilar pada anak-anak yang mengenyam pendidikanagama Islam di Pondok Pesantren Baitul Hidayah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

“Generasi muda kita insyaAllah, dengan pemahaman yang baik dan benar tentang empat pilar, akan mempunyai nantinya sebuah sikap dasar untuk kemudian dengan seluruh komponen bangsa, para ulama, masyarakat, agama-agama untuk kemaslahatan Indonesia ke depan kita bekerjasama untuk menghadirkan yang lebih baik lagi,” ujar Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, di Bukit Panyandaan, Cikadut, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/3). 

Untuk memperkokoh Indonesia, para penerus bangsa sedianya menghadirkan keinginan para leluhur bangsa untuk tetap menjaga kedaulatan. Sosialisasi Empat Pilar, dengan mengenalkam terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, sejak dini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa. 

“Inilah fakta-fakta bahwa sekali lagi kita para santri, umat Islam penting untuk memahami tentang empat pilar ini. Pancasila, UUD, NKRI, Bhineka Tunggal Ika supaya kita semakin, dalam bahasa anak muda “Tak kenal maka tak sayang,” supaya kita sayang makanya kita perlu kenalan,” tuturnya. 

“Kita perlu semakin mengenal Indonesia, supaya kita semakin mencintai Indonesia kita. Kalau kita mencintai Indonesia kita, seperti kita mencintai anak murid kita, kalau misalnya ada anak murid yang bagus kita cintai, kita suggesti kita dorong, kita motivasi supaya semakin sukses,” sambung Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini. 

Menurutnya, jika sudah mencintai Indonesia, maka diharapkan timbul keinginan untuk membela tanah air. Apalagi, di era globalisasi Indonesia berada dalam pusaran masalah yang tak kunjung henti, entah darurat narkoba, darurat penyebaran hoaks, dan lain sebagainya. 

“Cinta kita ini kepada Indonesia, kalau Indonesia ini bagus kita dukung, kita dorong, kita maksimalkan kalau ada masalah ikut mengingatkan supaya tidak terkena masalah-masalahnya. Cinta kita ke Indonesia adalah kita pahami, agar Indonesia tidak terkena darurat-darurat (masalah),” tandasnya.

Sumber: tagar.id

Tidak ada komentar