Breaking News

Jadi Anggota Dewan, Ustadz Asnin Tetap Berdakwah di Masyarakat

Ustadz Asnin Syafiuddin (kanan) saat mengisi ceramah di majelis ta'lim di Perumahan Tanjakan, Rajeg, Ahad (12/8/2018) 
KABUPATEN TANGERANG - Ditengah kesibukannya sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, Asnin Syafiuddin atau yang biasa disapa oleh Ustadz Asnin tetaplah da’i dan ulama yang dekat dengan umat. Beliau tetap menyempatkan dirinya untuk berdakwah di masyarakat. Seperti yang dilakukannya beberapa waktu belakangan ini di Majelis Ta’lim Mushola Al-Muhajirin, Perumahan Tanjakan Indah, Rajeg, Kabupaten Tangerang, Ahad malam (12/8/2018). 

Dalam kesempatan tersebut, jebolan Universitas Islam Madinah Arab Saudi ini memberikan materi Tafsir Munir Tafsir Qur'an karangan Syaikh Nawawi Albantani Tanara. Pembawaan materinya sangat mudah dipahami oleh masyarakat awam. 

Ustadz Asnin juga mengisi pengajian di beberapa Majelis Ta’lim, Masjid dan Mushola di daerah Tangerang Utara. Da’i yang saat ini tinggal di Jalan Masjid al-Mujahidin, Desa Buaranjati RT 003 RW 03, Kecamatan Sukadiri ini bahkan memiliki jamaah dan Majelis Ta’lim tetap. 

Ustadz Asnin adalah Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2014-2019. Pria yang lahir di Kabupaten Tangerang pada 14 April 1955 atau 64 tahun ini merupakan salah satu kader senior PKS di Kabupaten Tangerang. 

Asnin kecil menyelesaikan Sekolah Dasar Negerinya (SDN) di SDN Jatigintung Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang pada tahun 1968. Meskipun ia sudah belajar di sekolah dasar pada pagi harinya, pada sore harinya ia juga belajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathla`ul Anwar (MA) Jati Mauk dan lulus pada tahun 1969. 

Meskipun ia lulus terlebih dahulu dari sekolah dasar, ia tidak langsung melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi menunggu sampai masa belajar di MI MA selesai. Baru pada tahun 1970, ia melanjutkan sekolahnya ke MTs MA Jati Mauk dan lulus pada tahun 1972. 

Lulus dari MTs MA di Jati Mauk, ia melanjutkan sekolah pada jenjang selanjutnya pada lembaga pendidikan yang sama yaitu MA. Namun bukan di Jati Mauk, tetapi ia pergi merantau melanjutkan sekolahnya ke Madrasah Aliyah MA di Menes Pandeglang dan lulus pada tahun 1975. 

Kecintannya pada pelajaran agama Islam membawanya sampai ke negeri tempat kelahiran Nabi Muhammad Saudi Arabia. Pada tahun 1978, ia melanjutkan S1-nya di Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah Arab Saudi sampai dengan tahun 1982. 

Meski aktivitas dakwahnya di masyarakat dan di DPRD Banten menyita banyak waktunya, namun pada Januari 2007, ia berhasil menyelesaikan pendidikan S2-nya di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tidak ada komentar