Breaking News

Aku Memilih Setia

Oleh : Iman Santoso, Lc

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجالٌ صَدَقُوا مَا عاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَما بَدَّلُوا تَبْدِيلاً (23

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya)” (QS Al-Ahzab 23)

Banyak sekali orang yang beriman yang telah gugur di jalan dakwah di Indonesia. Dari semua lembaga Islam dan ormas Islam. Ada yang namanya dikenal dan menjadi pahlawan, tetapi yang lebih banyak, mereka yang tidak dikenal.  

Begitu juga di  PK/PKS yang merupakan Partai Dakwah, banyak  yang telah gugur di jalan Dakwah. Bahkan diantara mereka ada yang belum pernah merasakan hasil perjuangannya, baik menjadi pejabat publik (eksekutif/legislatif) atau posisi lainnya.

Dari perjuangan mereka yang ikhlashlah Allah memberikan keberkahan dakwah, sehingga terus berkembang, tumbuh dan maju. 

Mereka yang tetap memilih setia sampai akhir hayatnya, diantaranya: Ust. Rahmat Abdullah (tokoh Tarbiyah dan anggota DPR RI), Santi Sofarina (Pembelajar Al-Qur’an), ust. Hud Abdullah Musa (ketua DSW Jatim), akh. Bijaksana (pendiri Kepanduan), akh. Ahmad Madani (tokoh dakwah LIPIA), akh. Andisal (ketua DSW Aceh ) istri dan anaknya, akh Said Tahhar  (pendiri dakwah di Aceh) istri dan semua anaknya; syahid dalam musibah Tsunami Aceh, akh Muhroni (pendiri dakwah di Jawa Tengah dan anggota DSP),ustadzah Yoyoh Yusroh (Pejuang Wanita dan anggota DPR RI), ust Ma’mur Hasanuddin (tokoh dakwah dan anggota DPR RI), ust. Umung Anwar Sanusi, ust. Ruslan Efendi, ust Hilman Rosyad, ust Taufik Ridho, akh Muhammad Yasin (Relawan PKS) dan lain-lain.  

Dalam perjuangan dakwah selalu ada kelompok yang tidak setia bersama gerakan Dakwah,  menjadi penghambat perjalanan Partai Dakwah, bahkan ada yang lebih jauh dari itu menjadi musuh Partai Dakwah. Sunnatullah ini diabadikan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Banyak sebab yang melatarbelakangi ketidaksetiaan dalam perjalanan dakwah, diantaranya faktor dorongan syahwat harta dan kekuasaan, terpengaruh syubhat (berita hoak  dan salah paham) dan tidak tsiqoh (percaya) pada pemimpin. 

Kisah perang Thalut melawan Jalut (QS 2: 246-252)  menceritakan ujian terhadap kepemimpinan dan ujian kesabaran.  Ringkas kisahnya, bahwa suatu kaum dari Bani Israil minta pada nabinya agar diberikan pemimpin untuk melawan kaum yang zhalim. Kemudian Allah memberikan pemimpin kepada mereka, yaitu Thalut yang memiliki kelebihan ilmu dan kekuatan. Tetapi mereka meremehkannyanya, bahasa sekarangnya under capacity dan tidak punya modal. Ujian berikutnya ujian kesabaran dalam perjalanan dakwah, sebagian mereka tidak bersabar dan tidak taat aturan. Sehingga hanya sedikit yang tsabat (teguh)  dan dimenangkan dalam perjuangan.  

Sebab yang lain karena ambisi untuk meraih kepemimpinan. Rasulullah saw menceritakan bahaya orang yang berambisi terhadap harta dan kepemimpinan. 

" مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ، وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ "

“Tidaklah dua serigala  lapar yang dikirim pada kambing, daya rusaknya melebihi seseorang yang rakus terhadap harta dan kedudukan, lebih merusak agamanya” (HR Ahmad). 

Hidup adalah pilihan, ya Allah berikan karunia kepada kami untuk tsabat  pada agama, setia pada janji, taat pada qiyadah (pemimpin) dan komitmen di jalan dakwah bersama Partai Dakwah. Amiiin

Tidak ada komentar