Breaking News

PKS Berbagi Pengalaman di Malaysia


KABUPATEN TANGERANG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersilaturahim ke sejumlah partai yang tergabung dalam koalisi Pakatan Harapan di Malaysia, Rabu lalu. Dalam lawatannya, PKS mengirimkan sejumlah delegasinya yang dipimpin oleh Farouk Abdullah Alwyni (FAA) selaku Ketua Hubungan Luar Negeri DPP PKS.

Ketua Delegasi, FAA mengatakan, pertemuan ini untuk berbagai pengalaman kesuksesan PH mengalahkan koalisi Barisan Nasional (BN) yang berkuasa selama setengah Abad lebih. Kelompok PH juga di anggap memiliki kesamaan visi dengan PKS dalam hal keinginan untuk melaksanakan “good governance” di pemerintahan.

“Inilah yang kemudian yang mendorong PKS untuk melakukan lawatan atau sowan ke beberapa partai yang tergabung dalam Pakatan Harapan (PH) tersebut langsung ke Malaysia, pada 6 7 September lalu,” kata dia, dalam siaran persnya, Ahad (16/9).

Ketiga partai koalisi Pakatan Harapan (PH) yang dikunjungi oleh Delegasi PKS dalam lawatannya adalah Pam Keadilan Rakyat (PKR), Parti Amanah Negara (Amanah) dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM). PKS sendiri, kata FAA, merasa terinspirasi oleh prestasi dari ketiga partai tersebut. 

Pria yang juga dikenal sebagai Praktisi Keuangan Islam dan Dosen di sejumlah perguruan tinggi terkemuka ini, mengungkap Pakatan Harapan (PH) mampu memenangkan pemilu di Malaysia dengan strategi-strategi jitu yang disusun dengan sangat baik oleh partai koalisi.

Di antaranya, dengan mengangkat isu pajak GST yang di anggap memberatkan masyarakat Malaysia di samping juga isu persoalan korupsi dan tata kelola pemerintahan dari penguasa sebelumnya. 

“Tetapi yang lebih penting dari semua itu, di sini kita mencoba membangun jaringan komunikasi yang baik dengan partai-partai yang tergabung dalam PH itu, dan masing-masing bisa saling belajar terkait kekuatan dan kelemahan dari masing-masing partai,” kata dia.

Juga tak kalah penting adalah terkait upaya PKS menyuarakan persoalan-persoalan yang dihadapi TKI di Malaysia. Khususnya para TKI yang telah lama tinggal di Malaysia tetapi tidak mempunyai status yang jelas atau yang di kenal dengan istilah TKI irregular.

“Kita menyuarakan hal tersebut dalam pertemuan dengan ketiga partai yang tergabung dalam koalisi Pakatan Harapan tersebut dengan sungguh-sungguh,” tambah FAA.

Sumber: Republika.co.id

Tidak ada komentar