Breaking News

Medan Pembuktian


Oleh : Eko Jun

Jelang pertandingan, seorang petinju akan berlatih olah fisik dan teknik bertanding secara intensif setiap harinya. Dimana dia akan membuktikan hasil latihannya? Tentu saja diatas ring tinju. Demikian halnya dengan relawan kemanusiaan. Mereka akan membuktikan lasil pelatihannya bukan diatas panggung atau dilapangan terbuka. Tapi di daerah bencana.

Diantara 10 muwashafat kader PKS adalah qawiyyul jism. Demi mewujudkan muwashafat ini, maka setiap kader diwajibkan mengikuti mukhayam setahun sekali. Bagi para kader yang sudah sampai jenjang tertentu, ada kewajiban untuk naik gunung setahun sekali. Diluar itu, kader PKS juga diperintahkan untuk berolahraga secara rutin demi menjaga kebugaran.

Kader - kader PKS, baik yang berseragam coklat (Pandu Keadilan) maupun yang berseragam Orange (Relawan Bencana), rata - rata memiliki fisik yang sehat dan kuat. Memang tidak banyak dari mereka yang posturnya tinggi, besar dan kekar. Namun karena terbiasa (dipaksa) naik gunung, maka tulang mereka pun kuat. Ini dalam arti yang sebenarnya, bukan karena diberi "rajah".

Jika tentara membuktikan ketahanan fisiknya dimedan perang, maka kader PKS membuktikan ketahanan fisiknya dilokasi bencana. Suasana dilokasi bencana biasanya sangat tidak ideal, karena : (1) beban kerja yang berat, (2) minimnya peralatan, (3) kekurangan logistik, (4) kurang istirahat, (5) bergulat dengan sampah dan mayat, (6) emosi yang tinggi, (7) medan alam yang keras, (8) tingginya potensi penyakit dll.

Alhamdulillah, sejauh ini kader PKS cukup sukses dalam menjalankan misi kemanusiaan dilokasi bencana. Ukurannya ada 3, yakni : (1) mampu berkontribusi positif, (2) bisa bersinergi dengan elemen lain serta (3) tidak menjadi beban bagi masyarakat dilokasi bencana. Dan urusan relawan bencana seolah sudah tertanam dalam genetik setiap kader PKS, baik yang diterjunkan dilokasi bencana maupun penggalangan bantuan.

Selamat bertugas untuk seluruh relawan kemanusiaan di Palu. Doa kami menyertaimu. Inna rahmatallaahi qariibum minal muhsiniin.

Tidak ada komentar