KABUPATEN TANGERANG — Ada yang istimewa dari kehadiran Ustazah Nurul Hidayati dalam kegiatan Latihan Perempuan Siaga (Latansa) PKS Kabupaten Tangerang. Bukan sekadar hadir mendampingi suaminya, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf, Ustazah Nurul membawa “oleh-oleh” yang jauh lebih berharga: nasihat, motivasi, dan penguatan untuk terus berbuat baik serta mengejar ridha Allah.
Ahad, 13 September 2026, sebanyak 1.231 kader perempuan PKS Kabupaten Tangerang berkumpul di Bumi Perkemahan Kitri Bakti, Curug, Kabupaten Tangerang, dalam kegiatan Latansa Dasar dan Menengah 1.
Di tengah teriknya matahari, para peserta tetap antusias menyimak tausiyah yang disampaikan Nurul Hidayati, S.S., MBA. Kehadirannya menjadi salah satu momen yang paling dinantikan peserta karena mereka dapat bertatap muka sekaligus mendengarkan langsung pesan dari istri Presiden PKS tersebut.
Nasihat yang disampaikan terasa seperti oase di tengah padang pasir. Di tengah suasana kegiatan yang cukup padat dan cuaca yang terik, ribuan peserta tetap bertahan menyimak setiap pesan yang disampaikan.
Mengejar Surga dengan Amal Terbaik
Mengawali tausiyah, Ustazah Nurul membacakan Surat Ghafir atau Al-Mu’min ayat 8:
رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّـٰتِ عَدْنٍ ٱلَّتِي وَعَدتَّهُمْ وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوَٰجِهِمْ وَذُرِّيَّـٰتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Artinya:
“Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
Dari ayat tersebut, Nurul mengingatkan bahwa orang-orang beriman yang berada dalam jalan kebaikan akan mendapatkan doa dari para malaikat agar memperoleh rahmat Allah, dijauhkan dari siksa neraka, dan dikumpulkan bersama keluarga serta orang-orang saleh di surga.
Ia kemudian mengajak seluruh peserta untuk memiliki semangat yang sama dalam mengejar surga melalui amal terbaik.
“Setiap kita haruslah bersemangat mengejar surga kita sendiri dengan melakukan amal terbaik secara ikhlas. Perbuatan baik kita terhadap orang lain, baik untuk masyarakat, untuk pasangan kita, untuk saudara kita, anak kita, jika dilakukan dengan ikhlas maka akan kembali kepada kita menjadi pahala yang dapat memuliakan kita di dunia dan akhirat. Itu yang harus kita sadari,” ucapnya.
Menurutnya, setiap kader harus memiliki tekad kuat untuk terus berbuat baik, bukan demi mendapatkan pengakuan manusia, tetapi demi mendapatkan ridha Allah.
“Carilah validasi Allah, bukan validasi manusia,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam tausiyah tersebut.
Ia mengingatkan, akan sangat merugi jika seseorang tidak memiliki semangat untuk mengejar surga melalui berbagai kebaikan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Meminta ‘Aafiyah, Bukan Sekadar Sehat
Selain berbicara tentang amal dan keikhlasan, Ustazah Nurul juga mengajak peserta memahami makna ‘aafiyah, yaitu keselamatan dan kesejahteraan yang mencakup kehidupan dunia dan akhirat.
Ia mengisahkan sebuah riwayat tentang Al-Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad SAW, yang meminta diajarkan sebuah doa untuk selalu dipanjatkan kepada Allah.
Nabi Muhammad SAW kemudian mengajarkan agar Al-Abbas memohon ‘aafiyah kepada Allah. Ketika kembali bertanya beberapa hari kemudian, Rasulullah SAW kembali menekankan agar memohon ‘aafiyah di dunia dan akhirat.
Ustazah Nurul menjelaskan bahwa kesehatan dan keselamatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik.
“Sehat tidak hanya sehat badannya saja, tetapi juga sehat ruhani, sehat finansial, sehat hubungan keluarga, sehat hubungan dengan suami, anak, tetangga, dan juga sehat hubungan dengan masyarakat di sekitarnya,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan yang baik bukan hanya tentang kesehatan jasmani, tetapi juga tentang keseimbangan hubungan dengan Allah, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Ditutup dengan Doa ‘Aafiyah
Tausiyah kemudian ditutup dengan doa yang dibaca bersama-sama oleh seluruh peserta:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ العَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Allahumma inni as-alukal ‘aafiyata fid-dunya wal aakhirah.
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keselamatan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat.”
Wajah-wajah bahagia tampak dari para peserta Latansa. Bagi mereka, pertemuan tersebut bukan sekadar kesempatan untuk bertemu dengan istri Presiden PKS, tetapi juga mendapatkan bekal nasihat dan penguatan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Jika Latansa menjadi ruang untuk melatih kesiapsiagaan secara fisik dan mental, maka pesan Ustazah Nurul menjadi “oleh-oleh” yang dibawa pulang dalam hati: terus berbuat baik, ikhlas, mengejar ridha Allah, dan memohon ‘aafiyah dunia-akhirat.
Karena oleh-oleh terbaik dari sebuah perjalanan bukan selalu sesuatu yang bisa dibawa di tangan, tetapi nasihat yang bisa dibawa pulang dan diamalkan dalam kehidupan.
Ella Helawati

.jpeg)
إرسال تعليق