PKS Kabupaten Tangerang


KABUPATEN TANGERANG — Setelah melewati rangkaian kegiatan Latansa yang padat dan menguras tenaga, anggota Barisan Putri Keadilan (Santika) DPD PKS Kabupaten Tangerang punya cara tersendiri untuk memulihkan semangat. Mereka berjalan menyusuri alam Kampung Adat Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, sambil mempererat kebersamaan, Ahad (4/10/2026). 

Sekitar 30 anggota Santika mengikuti kegiatan trekking tersebut. Bukan sekadar menikmati pemandangan alam, perjalanan ini menjadi kesempatan untuk sejenak menjauh dari rutinitas, menyegarkan pikiran, sekaligus merekatkan ukhuwah di antara sesama anggota. 

Ketua Santika DPD PKS Kabupaten Tangerang, Sri Mulyati, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum bagi para anggota untuk mengisi kembali energi setelah menjalani aktivitas Latansa yang cukup menguras fisik, pikiran, dan emosi. 

“Setelah melalui rangkaian kegiatan Latansa yang cukup padat dan menguras tenaga, fisik, pikiran, bahkan emosi, kegiatan trekking Santika ke Baduy menjadi momentum bagi kami untuk sejenak berhenti, menghirup udara segar, dan mengisi kembali energi,” ujar Sri Mulyati. 

Menurut Sri, perjalanan ke Baduy memiliki makna lebih dari sekadar berolahraga atau berwisata. Di tengah suasana alam yang asri, para anggota diajak melakukan tadabbur alam, mengenal budaya masyarakat adat Baduy, dan menikmati kebersamaan di luar rutinitas organisasi. 

Ada pelajaran sederhana yang terasa sepanjang perjalanan: tidak semua langkah harus ditempuh dengan cepat. Ada kalanya seseorang perlu berhenti untuk menunggu, membantu teman yang kesulitan, dan memastikan semua anggota bisa melanjutkan perjalanan bersama. 

“Perjalanan menuju Baduy mengajarkan bahwa setiap langkah membutuhkan kesabaran, kekompakan, dan kepedulian. Kami berjalan bersama, saling menunggu, saling membantu, dan memastikan tidak ada yang tertinggal,” tambahnya. 

Bagi Sri, pengalaman tersebut sejalan dengan semangat Santika yang tidak hanya berkaitan dengan kesiapsiagaan dan keterampilan, tetapi juga kepedulian serta kekuatan kebersamaan. Sebab, menjalankan berbagai amanah membutuhkan kondisi fisik yang terjaga, pikiran yang segar, dan hubungan antaranggotanya yang kuat. 

Meski perjalanan menguras tenaga, wajah-wajah bahagia para peserta menjadi gambaran bahwa kegiatan ini menghadirkan pengalaman yang berkesan. Lelah yang dirasakan sepanjang perjalanan seolah terbayar oleh suasana alam, canda bersama, dan kesempatan untuk saling menguatkan. 

Sri berharap, kegiatan ini dapat menjadi bekal semangat baru bagi seluruh anggota Santika Kabupaten Tangerang untuk kembali menjalankan aktivitas dan pengabdian di tengah masyarakat. 

“Semoga setelah kegiatan ini, seluruh anggota Santika kembali dengan semangat baru, energi baru, dan hati yang lebih segar untuk melanjutkan berbagai aktivitas dan pengabdian ke depan,” tutupnya. 

Perjalanan ke Baduy pun menjadi pengingat bahwa menjaga semangat pengabdian bukan hanya soal terus bergerak dan bekerja. Sesekali, mengambil jeda, merawat kebersamaan, dan kembali menyatu dengan alam juga menjadi bagian penting agar langkah ke depan semakin kuat.

Post a Comment

أحدث أقدم