Breaking News

header ads

Syahadat: Intisari Ajaran Islam

Ilustrasi
PKSTangerang.com - Intisari ajaran Islam itu mencakup dua hal:
Pertama, ajaran untuk beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya. Hal ini seperti ditegaskan oleh Allah Ta’ala dalam QS. Al-Bayyinah:

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.”(QS. 98: 5)

Inilah ajaran di setiap zaman. Tidak ada seorang rasul pun yang diutus Allah Ta’ala ke muka bumi, kecuali membawa ajaran ini:

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad) melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku”. (QS. 21: 25)

Kedua, ajaran untuk beribadah kepada Allah berlandaskan manhaj-Nya, yakni dengan cara mengikuti contoh teladan dari Nabi Muhammad shalallahu álaihi wa sallam,

“Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah” (QS. 33: 21)

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan sesuatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata”. (QS. 33: 36)

“Katakanlah Muhammad: ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun, Maha Penyanyang”.(QS. 3: 31)

Dua point intisari ajaran Islam ini terkandung dalam kalimat syahadatain, Laa Ilaaha illa-llah Muhammadur-rasulullah. Oleh karena itu, segala bentuk peribadatan/ajaran—yang diamalkan oleh seorang muslim yang bersifat fardhiyyan (individu) maupun secara jama’iyyan (kolektif)—sesungguhnya bermuara kepada kalimat syahadatain ini. Shalat, zakat, puasa, haji, jihad, penegakan hukum, tazkiyatu nafs, dakwah, akhlakul karimah, dan lain sebagainya, hakikatnya adalah implementasi dari syahadatain. Semuanya merupakan konsekwensi amaliyah dari persaksian seseorang bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad itu adalah utusan-Nya.

Kesimpulan

Syahadatain adalah intisari ajaran Islam. Penjabaran pernyataan la ilaha illa-Llah adalah peribadahan kepada Allah, baik yang bersifat fardiyan (individu) atau bersifat jama’iyyan(kolektif).

Sedangkan penjabaran pernyataan Muhammadur Rasulullah adalah melaksanakan semua ibadah kepada Allah itu sesuai manhaj-Nya. Manhajullah itu dapat dilaksanakan denganqudwatur Rasul, mencontoh Rasulullah saw.

Sumber: al-intima.com

Posting Komentar

0 Komentar