Breaking News

header ads

Bekal Bermuhasabah | Catatan Pilkada 2015

PKSTangerang.com - Di medan jihad, Rasulullah SAW dan para shahabat kadang menang, kadang kalah. Kalah yg dimaksud disini tentu dalam ukuran dunia. Karena dalam kacamata akhirat, tidak ada istilah kalah saat berjuang di jalan Allah.

Pilkada serentak sudah dilalui. Ada yang sesuai harapan, ada pula yang menyesakkan dada. Sembari proses pengamanan suara hingga ditetapkan, ada baiknya kita bermuhasabah. Khususnya bagi mereka yang harus bersabar melihat hasil quick count. Mengapa kemenangan belum datang? Ada banyak jawaban yang bisa diketengahkan. Diantaranya :

Pertama, Usaha Belum Maksimal

Mungkin belum semua potensi dan energi dikeluarkan. Mungkin beberapa program belum sempat dijalankan. Mungkin ada sumberdaya yang belum digerakkan. Mungkin ada kelompok masyarakat yang belum disapa. Mungkin tidak ada yg ditugaskan untuk menjaga daerah basis suara. Dan banyak hal lainnya.

Jika kemenangan yang diharapkan belum datang, kita harus melihat ke dalam. Tidak perlu saling tuding dan menyalahkan. Apalagi menganggap musuh terlalu kuat. Mereka pun lelah dan terluka sebagaimana kita. Hanya kita mengharapkan pahala dan ampunan dari Allah, sedang mereka tidak.

Kedua, Kurang Dekat Kepada Allah
 
Mungkin kita terlalu larut dalam perdebatan dengan kelompok lain, baik lawan politik maupun kelompok pengganggu. Mungkin hati kita keruh, sehingga ukhuwah dan muamalah tidak lagi semanis madu. Mungkin kita terlalu mengharapkan pertolongan dan dukungan manusia, sehingga lalai dalam menengadahkan tangan ke langit.

Kemenangan itu datangnya dari Allah. Bisa jadi, kekalahan adalah teguran atas diri kita yang mulai tidak khusyu dalam bersujud, kurang ikhlas dalam beramal dan kurang itqon dalam berkarya. Sebagaimana kemenangan kita nisbatkan kepada Allah, maka kekalahan pun adalah jalan kita kembali kepada Allah.

Ketiga, Belum Saatnya Diberi Kemenangan

Segala sesuatu ada saatnya. Mubazir jika kita memetik buah yang belum matang. Bisa jadi, inilah jalan terbaik buat kita. Karena memaksakan kemenangan dengan cara yang salah hanya berujung pada dosa dan dusta. Bisa saja kemenangan diraih, tapi apa artinya jika prahara dan penjara menanti didepan kita.

Kalah terhormat itu jauh lebih baik ketimbang menang tercela. Dan tidak butuh waktu lama untuk membuktikannya. Karena pemenang sejati hanya mau mengambil piala atas permainan yang fair dan sportif, bukan dari permainan yang manipulatif dan penuh rekayasa.

Khatimah

“Untuk apa kita jatuh? Agar kita bisa belajar untuk bangun” Itulah sepenggal kalimat inspiratif dari film Batman Begin. Betul, bisa jadi saat ini kemenangan belum diraih. Tapi kita jadi tahu kelemahan diri, tahu kesempatan yang terbuka serta tahu langkah yang perlu diambil untuk meretas jalan kejayaan dimasa mendatang.
 
Eko Junianto

Posting Komentar

0 Komentar