Breaking News

header ads

Usia 74, Nasib Anak-anak Indonesia Belum Seutuhnya Merdeka

Ketua BPKK DPP PKS, Wirianingsih

JAKARTA - Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 menjadi hari yang bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemedekaan, menurut Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (BPKK DPP PKS) Wirianingsih juga berlaku untuk seluruh anak-anak di Indonesia, Jakarta, Sabtu (17/08/2019).

Wirianingsih menuturkan, diusia yang ke-74 masih banyak anak-anak Indonesia yang belum merasakan kemerdekaan yang seutuhnya.

"Menurut WHO, dari sekitar 23 juta balita di Indonesia, 7.8 jutanya mengalami gagal tumbuh atau stunting. Ini merupakan hal yang serius yang harus segera dibenahi, Indonesia sudah merdeka selama 74 tahun, namun permasalah anak masih marak terjadi, ini merupakan permasalahan serius," tutur perempuan yang akrab disapa Wiwi ini.

Wiwi mengatakan semua pihak harus turun tangan untuk mengatasi permasalahan tersebut, khsusunya pemerintah sebagai pemangku kebijakan.

"Ayo para pemangku kebijakan kita benahi bersama permasalahan ini, anggaran yang diperuntukan untuk kesejahteraan rakyat, perjabat negara ini memiliki tugas yang berat selain harus mengangkat ekonomi bangsa yang sudah terpuruk namun juga harus melindungi dan mensejahterakan hidup generasi penerus bangsa," katanya.

Menurut Wiwi, perhatian yang serius dari pemangku kebijakan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, namun juga pembangunan mental dan karakter anak yang harus banyak dibenahi.

"Perbaikan tidak hanya berfokus pada sesuatu yang bersifat fisik saja, dengan kondisi sekarang kita juga harus membenahi kondisi mental dan karakter anak-anak bangsa agar sesuai dengan falsafah negara, pancasila dan UUD 1945," ungkapnya.

Sumber: pks.id

Posting Komentar

0 Komentar