KABUPATEN TANGERANG — Menjawab tantangan ekonomi dan ketahanan pangan di tengah dinamika global, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Tangerang melalui Bidang Energi Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim (ELHPI) resmi menggelar Talk Show sekaligus launching program Family Farm, Sabtu (26/4/2026).
Program ini secara simbolis diluncurkan oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Tangerang, Sigit Parminto, sebagai bagian dari rangkaian Milad PKS ke-24 yang mengusung tema “Bersama Rakyat Menguatkan Ketahanan Indonesia secara Ekonomi, Pangan dan Energi.”
Dalam sambutannya, Sigit menegaskan bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan, terutama di tengah kondisi geopolitik global yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Seluruh anggota PKS harus sehat, bukan hanya jasmani dan rohani, tetapi juga ekonomi. Ini bisa dimulai dari hal kecil, seperti memiliki kebun di rumah dan memilah sampah. Dampaknya bukan hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan,” ujarnya.
Ia juga mendorong ke depan setiap Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS memiliki koperasi syariah serta usaha bersama sebagai fondasi kemandirian ekonomi anggota.
Kegiatan yang digelar di Gedung DPD PKS Kabupaten Tangerang ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Bumi, dengan menghadirkan dua aktivis lingkungan, Sukmariah dan Jumadi Ahmad S sebagai narasumber.
Ketua Bidang ELHPI, Tri Sundari, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai solusi nyata menghadapi kondisi ekonomi yang semakin menantang.
“Ada empat tujuan utama kegiatan ini. Pertama, memberikan pemahaman tentang konsep Bank Sampah. Kedua, mendorong masyarakat menjadikannya sebagai sumber penghasilan tambahan. Ketiga, mengintegrasikan hasilnya dengan ketahanan pangan keluarga. Dan terakhir, meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus kesejahteraan,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Sekitar 130 peserta dari 29 kecamatan hadir dan aktif berdiskusi, menunjukkan besarnya minat terhadap solusi berbasis keluarga ini.
Tak hanya mendapatkan ilmu dan inspirasi, para peserta juga membawa pulang bibit cabai dan pepaya sebagai langkah awal membangun Family Farm di rumah masing-masing.
Program ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi segera diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan keluarga sebagai pusat ketahanan ekonomi, pangan, dan lingkungan.


Posting Komentar