KABUPATEN TANGERANG — Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayatullah, mendorong Pemerintah Daerah untuk segera menghadirkan minimal satu bus sekolah di setiap kecamatan sebagai solusi keselamatan transportasi pelajar.
Menurutnya, kondisi transportasi pelajar saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Minimnya angkutan umum dan semakin sulitnya keberadaan angkot membuat banyak pelajar memilih menggunakan sepeda motor untuk berangkat dan pulang sekolah, meskipun masih di bawah umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Masa depan bangsa dan negara ini terletak pada generasi penerus yang hari ini berstatus sebagai pelajar. Karena itu keamanan dan keselamatan mereka harus menjadi perhatian serius,” ujar Hidayatullah dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Ia menyoroti berbagai risiko yang setiap hari dihadapi para pelajar di jalan raya. Mulai dari tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari dua orang, hingga harus melintasi jalur padat kendaraan berat seperti truk kontainer dan truk tanah.
Kondisi tersebut, kata dia, menimbulkan kecemasan besar bagi para orang tua yang setiap hari khawatir akan keselamatan anak-anak mereka saat berangkat maupun pulang sekolah.
“Setiap hari para orang tua diliputi rasa cemas. Banyak pelajar terpaksa mengambil jalan pintas menggunakan motor karena tidak ada pilihan transportasi yang aman dan memadai,” katanya.
Karena itu, Hidayatullah meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perhubungan untuk menjadikan pengadaan bus sekolah sebagai program prioritas daerah. Ia mengusulkan agar setiap kecamatan memiliki minimal satu unit bus sekolah yang beroperasi pada pagi, siang, dan sore hari.
Menurutnya, keberadaan bus sekolah bukan hanya soal fasilitas transportasi, tetapi juga bentuk nyata perlindungan pemerintah terhadap generasi muda.
“Saya di Badan Anggaran siap mendukung rencana Pemerintah Daerah untuk pengadaan bus sekolah demi keamanan dan keselamatan pelajar kita, baik tingkat SD, SMP maupun SMA,” tegasnya.
Hidayatullah berharap langkah tersebut dapat menjadi solusi nyata untuk menekan angka kecelakaan pelajar sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para orang tua di Kabupaten Tangerang.

Posting Komentar