KABUPATEN TANGERANG — Ahad pagi, sekitar pukul 05.30 WIB, para peserta Latansa (Pelatihan Perempuan Siaga) Menengah 2 mulai berdatangan di PMI Volunteer Park, Kecamatan Solear.
Pagi itu, para peserta datang dengan penampilan rapi dan penuh semangat. Bedak tipis menghiasi wajah-wajah yang dihiasi senyum bahagia. Tak ada yang menyangka, setelah menjalani rangkaian kegiatan seharian, mereka akan pulang membawa oleh-oleh buah durian.
Setelah mengisi daftar hadir, peserta langsung disuguhi sarapan berupa aneka rebusan hangat. Perut diisi, tenaga disiapkan, karena perjalanan panjang sudah menanti.
Meski usia tak lagi muda, semangat para peserta justru terlihat membara. Dengan wajah ceria, mereka menaklukkan perjalanan longmarch sejauh 2,82 kilometer.
Usai longmarch, kegiatan dilanjutkan dengan upacara pembukaan. Keringat mulai bercucuran, membasahi tubuh yang sejak pagi terus bergerak. Namun, teriknya matahari tak sedikit pun menyurutkan semangat untuk menuntaskan seluruh rangkaian Latansa yang telah disiapkan panitia.
Kegiatan berlanjut di bawah teriknya sang surya. Seratusan perempuan PKS Kabupaten Tangerang mengikuti berbagai pembekalan, mulai dari bela diri hingga latihan baris-berbaris.
Canda dan tawa pun tak pernah absen. Suasana akrab semakin terasa. Seolah tak ada sekat antara status sosial maupun kedudukan. Semua melebur dalam satu semangat: mengikuti setiap tugas dan misi yang diberikan panitia.
Setelah aktivitas fisik, peserta mendapatkan pembekalan yang menguatkan sisi ruhiyah dan intelektual. Dengan penuh keseriusan, para perempuan tangguh ini menyimak berbagai materi di aula terbuka.
Mulai dari P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan), pola hidup sehat ala Rasulullah, kepemimpinan perempuan, hingga materi dan praktik mitigasi bencana.
Namun, Latansa tentu tak melulu soal materi dan latihan.
Untuk menguji kekompakan setiap regu, seluruh peserta kembali digiring ke lapangan untuk mengikuti berbagai permainan dan lomba yang telah disiapkan panitia.
Kembali, canda dan tawa menjadi background music yang mengiringi riuhnya persaingan antarkelompok. Semua berjuang dengan sepenuh tenaga untuk merebut kemenangan, sembari melupakan sejenak rutinitas dan kesibukan di rumah.
Hingga akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan upacara penutupan.
Saat doa Rabithah dipanjatkan, suasana berubah haru. Air mata pun tak kuasa dibendung. Ada rasa syukur yang begitu dalam atas nikmat persaudaraan yang Allah hadiahkan.
Jarak dan perbedaan latar belakang bukan lagi persoalan. Semua berhimpun dalam satu keluarga besar PKS.
Sesi foto bersama dan bersalam-salaman antara panitia dan seluruh peserta semakin menambah kehangatan suasana. Lelah seharian seolah terbayar dengan rasa bahagia dan persaudaraan yang semakin erat.
Dan ternyata, kejutan belum selesai.
Di penghujung acara, struktur PKS Kabupaten Tangerang telah menyiapkan buah durian untuk seluruh peserta dan panitia.
Jadilah, peserta yang datang pagi-pagi dengan penampilan keren, berjuang menaklukkan longmarch, berpanas-panasan, belajar, bermain, tertawa, hingga meneteskan air mata haru...
Pulangnya membawa duren!
Bukan sekadar oleh-oleh untuk keluarga di rumah, durian itu menjadi penutup manis dari sebuah perjalanan yang penuh keringat, tawa, ilmu, dan ukhuwah.
Latansa kali ini bukan hanya tentang menjadi perempuan yang siaga.
Lebih dari itu, Latansa semakin mengokohkan rasa ukhuwah, mempererat persaudaraan, dan meninggalkan satu rasa yang sulit disembunyikan:
Rindu untuk kembali mengikuti Latansa, lagi dan lagi.
Ella Helawati


Posting Komentar