KABUPATEN TANGERANG — Membina kader tidak hanya berbicara tentang kapasitas, kepemimpinan, dan aktivitas sosial. Ada fondasi yang juga perlu terus diperkuat, yaitu kedekatan dengan Al-Qur’an.
Semangat itulah yang mewarnai Pelatihan Peningkatan Spiritual (PPS) yang digelar Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) DPC PKS Kecamatan Panongan, Ahad (4/10/2026), di kawasan Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan ini diikuti sekitar 230 peserta ikhwan dan akhwat yang berasal dari tiga wilayah, yakni Panongan, Curug, dan Cikupa.
Sejak pukul 06.45 WIB, peserta mulai berdatangan ke lokasi. Rangkaian kegiatan kemudian diawali dengan murojaah Juz 30 dan dilanjutkan dengan sesi menghafal Surat Al-Hijr selama kurang lebih 30 menit.
Suasana pembinaan terasa sejak awal. Peserta tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi diajak berinteraksi langsung dengan Al-Qur’an melalui tilawah, murojaah, dan hafalan.
Memasuki agenda utama, kegiatan diawali dengan tilawah Al-Qur’an oleh Sukiman. Selanjutnya, Ketua BKAP DPC PKS Panongan Iing Ahmad Thohir dan Ketua BKAP PKS Dapil 5 Tabah menyampaikan sambutan kepada para peserta.
Materi utama kemudian disampaikan oleh Ketua Biro Qur’an DPP PKS, Ustadz Agus Subagio, S.Pd.I., dengan tema “Al-Qur’an adalah Ruh Pembinaan Diri dan Umat.”
Selama kurang lebih tiga jam, peserta diajak menggali lebih dalam posisi Al-Qur’an dalam kehidupan seorang muslim. Materi juga diselingi dengan sesi tanya jawab sehingga peserta dapat mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan Al-Qur’an.
Salah satu pembahasan yang menjadi perhatian adalah tadabbur QS. Asy-Syura ayat 52, khususnya mengenai makna ruh dan cahaya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia.
Pesan utama yang ditekankan adalah bahwa interaksi dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menghafal. Nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan hadir dalam proses pembinaan diri, keluarga, kader, dan kehidupan umat.
Kegiatan PPS menjadi salah satu ruang untuk memperkuat semangat pembinaan spiritual peserta. Sebab, aktivitas pembinaan di tengah masyarakat membutuhkan pribadi-pribadi yang tidak hanya aktif bergerak, tetapi juga memiliki landasan nilai yang kuat.
Untuk menambah semangat peserta, panitia juga memberikan sejumlah doorprize. Apresiasi diberikan kepada peserta yang hadir paling awal, peserta dengan tilawah terbanyak, peserta yang berhasil menghafalkan surat yang dipelajari, peserta yang mampu menjawab pertanyaan pemateri, serta peserta yang membawa rombongan terbanyak.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustadz Agus Subagio.
Dengan kehadiran sekitar 230 peserta dari tiga wilayah, Panongan, Curug, dan Cikupa, PPS diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus menjaga semangat pembinaan secara berkelanjutan.
Sebab, pembinaan yang kuat berawal dari pribadi yang terus belajar dan memperbaiki diri. Dan bagi para peserta PPS, Al-Qur’an diharapkan bukan hanya menjadi bacaan, melainkan ruh yang membimbing langkah, membentuk karakter, dan menggerakkan kebaikan di tengah masyarakat.
.jpeg)

Posting Komentar