KABUPATEN TANGERANG — Ada yang datang membawa aspirasi, ada pula yang datang membawa pengalaman dari lapangan. Senin, 5 Oktober 2026, Ruang Fraksi PKS DPRD Kabupaten Tangerang menjadi tempat bertemunya wakil rakyat dengan Pengurus Relawan Sehat Indonesia (RESI) Kabupaten Tangerang dalam agenda Hari Aspirasi.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi RESI untuk memperkenalkan organisasi sekaligus menyampaikan berbagai program sosial dan kemasyarakatan yang selama ini mereka jalankan. Sejumlah kebutuhan untuk menunjang aktivitas relawan di lapangan juga turut disampaikan dalam dialog tersebut.
Pengurus RESI diterima langsung oleh Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Tangerang Sapri, S.Sos., Sekretaris Fraksi PKS Imam Sucipto, M.Pd.I., serta Anggota Fraksi PKS Ian Mulyana.
Dialog berlangsung sekitar satu jam dalam suasana hangat dan terbuka. Tidak hanya membahas kebutuhan organisasi, pertemuan juga berkembang pada pembicaraan mengenai berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat serta peluang membangun sinergi antara organisasi relawan dan DPRD.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Tangerang, Sapri, mengatakan bahwa Fraksi PKS berkomitmen menjadikan ruang fraksi sebagai tempat masyarakat menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan untuk menyampaikan aspirasi. Apa yang disampaikan hari ini akan kami dengarkan dan kami pelajari sesuai dengan kewenangan kami sebagai anggota DPRD,” ujar Sapri.
Menurutnya, organisasi seperti RESI memiliki pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan masyarakat sehingga berbagai informasi yang disampaikan dari lapangan dapat menjadi masukan penting bagi wakil rakyat.
“Teman-teman relawan ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pengalaman dan persoalan yang mereka temukan di lapangan tentu menjadi informasi yang berharga bagi kami,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kabupaten Tangerang, Imam Sucipto, menegaskan bahwa Hari Aspirasi merupakan bagian dari upaya Fraksi PKS untuk menjaga komunikasi dengan masyarakat secara berkelanjutan.
“Hari Aspirasi bukan hanya kegiatan menerima keluhan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mendengar gagasan, melihat persoalan yang ada di lapangan, dan mencari kemungkinan solusi sesuai dengan fungsi dan kewenangan DPRD,” jelas Imam.
Ia menambahkan, setiap aspirasi yang masuk akan dicermati dan dipertimbangkan sesuai aturan yang berlaku, termasuk berkaitan dengan mekanisme penganggaran di DPRD.
“Tentu semua aspirasi yang disampaikan harus kita lihat kewenangan dan mekanismenya. Tetapi yang paling penting, komunikasi ini jangan sampai berhenti setelah pertemuan. Kita ingin ada tindak lanjut sesuai dengan koridor yang memungkinkan,” ujar Imam.
Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Tangerang, Ian Mulyana, melihat pertemuan tersebut sebagai peluang untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga legislatif dan kelompok masyarakat yang selama ini aktif melakukan kegiatan sosial.
“Kami melihat banyak potensi yang bisa disinergikan. Relawan punya pengalaman dan jaringan di masyarakat, sementara kami di DPRD memiliki fungsi untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui jalur kelembagaan,” kata Ian.
Menurut Ian, sinergi tersebut penting agar berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat dapat terus berkembang.
“Harapannya bukan hanya bertemu, menyampaikan aspirasi, lalu selesai. Kita ingin komunikasi seperti ini terus berjalan sehingga program-program yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat bisa mendapatkan dukungan sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pengurus RESI menyampaikan sejumlah kebutuhan terkait akomodasi dan dukungan operasional untuk menunjang kegiatan organisasi di lapangan. Aspirasi tersebut kemudian menjadi bagian dari pembahasan bersama antara RESI dan Fraksi PKS.
Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk menjaga komunikasi dan membuka peluang sinergi ke depan.
Bagi Fraksi PKS DPRD Kabupaten Tangerang, Hari Aspirasi bukan sekadar agenda menerima tamu, tetapi menjadi salah satu cara untuk memastikan suara masyarakat tetap memiliki ruang di rumah rakyat.


Posting Komentar