PKS Kabupaten Tangerang


KABUPATEN TANGERANG — Menjadi pemimpin tidak lahir secara instan. Ada proses panjang yang harus dilalui, seperti belajar, membangun pengalaman, memahami persoalan masyarakat, hingga berani mengambil tanggung jawab. 

Semangat itulah yang dibangun dalam Konsolidasi Pemuda: Nongkrong Bareng Pemuda Se-Kabupaten Tangerang yang digelar Bidang Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa DPD PKS Kabupaten Tangerang bersama PKS Muda, Ahad (4/10/2026), di Kantor DPD PKS Kabupaten Tangerang, Tigaraksa. 

Kegiatan dikemas dalam suasana santai dan dekat dengan karakter anak muda. Para peserta duduk bersama dalam forum diskusi, menyimak pemaparan, bertukar pandangan, sekaligus membicarakan peran generasi muda dalam kehidupan sosial dan politik di Kabupaten Tangerang. 

Di tengah forum, Ketua Bidang Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa DPD PKS Kabupaten Tangerang, Abdul Ghofur, mengajak pemuda PKS untuk tidak sekadar menjadi penonton terhadap berbagai persoalan di masyarakat. 

Menurutnya, pemuda memiliki energi, kreativitas, gagasan, dan keberanian yang dapat menjadi kekuatan untuk memberikan kontribusi nyata. 

“Pemuda harus mengambil peran dan terlibat aktif dalam kontribusi sosial dan politik di Kabupaten Tangerang,” ujar Abdul Ghofur. 



Bagi Abdul Ghofur, konsolidasi pemuda bukan sekadar agenda berkumpul. Forum tersebut harus menjadi ruang untuk membangun jejaring, bertukar gagasan, sekaligus menemukan bentuk kontribusi yang bisa dilakukan anak muda. 

Ia mendorong pemuda agar tidak membatasi kontribusi hanya dalam kegiatan internal organisasi. Kehadiran mereka diharapkan dapat dirasakan lebih luas melalui berbagai aktivitas sosial, pendidikan, komunitas, pemberdayaan masyarakat, maupun kegiatan lain yang menjawab kebutuhan lingkungan sekitar. 

“Anak muda punya energi dan kreativitas. Tinggal bagaimana energi itu diarahkan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. 

Karena itu, pemuda juga perlu memiliki keberanian untuk memahami dan terlibat dalam persoalan publik. 

Dalam forum tersebut, Abdul Ghofur juga mengajak pemuda untuk tidak apatis terhadap politik. 

Menurutnya, politik tidak semata-mata berbicara mengenai pemilu atau kontestasi kekuasaan. Kebijakan publik yang berkaitan dengan pendidikan, lapangan pekerjaan, ekonomi, pelayanan masyarakat hingga pembangunan daerah juga tidak terlepas dari proses politik. 

Karena itu, generasi muda perlu memiliki pemahaman sekaligus kapasitas untuk ikut mengambil bagian dalam ruang publik. 

“Jangan sampai anak muda hanya menjadi objek kebijakan. Anak muda harus mulai mempersiapkan diri agar bisa ikut memberikan gagasan dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan,” katanya. 



Salah satu bagian menarik dalam kegiatan tersebut adalah pemaparan program unggulan kepemudaan PKS yang menggambarkan tahapan pengembangan generasi muda menuju kepemimpinan. 

Dalam materi yang ditampilkan, terdapat roadmap yang mencakup Join PKS pada 2028, Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI) pada 2029, hingga Jalan Muda Parlemen (JMP) pada 2030. 

Roadmap tersebut menunjukkan bahwa menyiapkan pemimpin muda membutuhkan proses. Bukan sekadar mencari sosok untuk tampil, tetapi membangun kapasitas dan pengalaman sejak dini. 

Mulai dari mengenal organisasi, memperluas wawasan, membangun jejaring, memahami persoalan masyarakat, hingga memiliki kesiapan untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar. 

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mengikuti diskusi dan menyampaikan pandangan. 

Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antarpemuda sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk berbagai kegiatan kepemudaan di Kabupaten Tangerang. 

Abdul Ghofur berharap konsolidasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. 

Menurutnya, ukuran keberhasilan kegiatan pemuda bukan hanya dari berapa banyak orang yang hadir, tetapi dari apa yang dilakukan setelah mereka kembali ke lingkungan masing-masing. 

Pemuda diharapkan mampu membawa gagasan dari forum ke tengah masyarakat—menjadi kegiatan sosial, gerakan komunitas, kontribusi pendidikan, maupun bentuk pengabdian lainnya. 

Sebab, masa depan daerah juga membutuhkan generasi muda yang mau mempersiapkan diri sejak sekarang. 

Dari ruang diskusi, lahir gagasan. Dari gagasan, lahir gerakan. Dan dari proses panjang itulah pemimpin masa depan dipersiapkan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama