Breaking News

Mulyadi, 37 Tahun Abdikan Diri Mendidik di Pelosok Kalimantan

Ketua DPW PKS Kalimantan Tengah, Heru Hidayat (tengah, menggunakan rompi) bersama para siswa, di Desa Kanarakan, Rabu (25/11/2015).
PKSTangerang.com - Ketua DPW PKS Kalimantan Tengah, Heru Hidayat melakukan kunjungan istimewa saat Hari Guru Nasional, 25 November 2015. Ia melakukan silaturahim ke kediaman Mulyadi, seorang Guru yang bertugas di pelosok Kalimantan Tengah.

“Di peringatan Hari Guru kali ini kami bersilaturahim dengan Pak Mulyadi. Beliau telah bertugas selama 37 tahun di Sekolah Satu Atap, Desa Kanarakan,” kata Heru kepada pewarta di Palangka Raya, Kamis (26/11/2015).

Untuk mencapai lokasi, Heru bersama rombongan DPW PKS Kalteng harus melakukan perjalanan darat dan air. Lebih dari satu jam mereka melalui perjalanan darat dari Palangka Raya menuju daerah Tangkiling. Kemudian naik klotok (transportasi sungai) untuk menyusuri Sungai Rungan selama 1 jam 20 menit.

“Kami menggunakan klotok Pak Amat yang rutin beberapa hari sekali mengantar para guru bertugas di Desa Kanarakan dan sekitarnya. Jalur sungai yang dilalui, berlawanan dengan arah aliran sungai. Sehingga perlu hati-hati memilih jalur yang aman untuk bisa sampai ke Desa Kanarakan,” cerita Heru.

Sesekali klotok yang ditumpangi, lanjut Heru, harus kandas di tengah sungai karena gundukan pasir. Dalam perjalanan itu, ia juga menyaksikan kegiatan warga penambang emas di sepanjang aliran sungai.

Tiba di Desa Kanarakan, Heru disambut para Guru dan siswa yang sejak pagi telah menunggu. Terlihat diantara yang hadir, Mulyadi, seorang Guru yang cukup senior. Meskipun usianya sudah tidak muda, namun semangat Mulyadi untuk mengajar terus bergelora.

Saat ini, cerita Heru, Mulyadi hanya ditemani seorang istri yang setia mendampinginya dalam menjalankan tugas mulia tersebut. Tiga anaknya telah berkeluarga bersama sembilan cucu di rumah masing-masing.

"Pak Mulyadi ini masih terlihat muda, Pak. Mungkin karena Bapak selalu mesra berdua terus dengan istri,” gurau Heru yang saat itu langsung disambut tawa Mulyadi. Heru mengungkapkan mereka duduk di bawah pohon yang rindang dan mulai bercerita mengenai tugas yang diemban sebagai Guru dan kepala sekolah.

“Tidak terasa menjalankan tugas sebagai guru selama 37 tahun dan akan memasuki masa pensiun tahun 2016 nanti. Semoga seluruh ilmu yang telah diberikan kepada para siswa memberikan banyak manfaat,” tutur Mulyadi seperti diungkapkan Heru.

Heru menambahkan ia sangat mengapresiasi pengabdian yang telah dijalankan oleh Mulyadi sebagai Guru dan kepala sekolah. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih serius atas kesejahteraan para guru, terutama yang bertugas di daerah pelosok maupun pedalaman.

“Kesediaan mereka bertugas di daerah pelosok menjadi tauladan bagi para guru juga masyarakat akan nilai perjuangan dan pengabdian, yang ternyata sangat berarti bagi masyarakat di pelosok,” pungkasnya.
 
Sumber: pks.id

Tidak ada komentar