Breaking News

Fraksi PKS Banten Minta Pemprov Salurkan Rp 10 M untuk Korban Gempa

Anggota Fraksi PKS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Budi Prajogo
KABUPATEN TANGERANG - Anggota Fraksi PKS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Budi Prajogo meminta Pemerintah Provinsi Banten agar menggunakan dana tidak terduga untuk korban gempa Lebak.

Ketua Badan Anggaran DPRD Provinsi Banten itu mendesak supaya Pemprov Banten menggelontorkan bantuan sebesar Rp 10 miliar yang bersumber dari anggaran dana tidak terduga.

"Ini saaat yang tepat untuk mengeluarkan dana tak terduga untuk korban gempa," ujar Budi sebelum menyampaikan pandangan fraksinya pada tiga Raperda Usul Gubernur Banten di ruang rapat paripurna DPRD Banten, Kamis (25/1).

Diketahui, pada anggaran murni tahun 2018 Pemprov Banten menganggarkan sebesar Rp 50 milyar. Menurutnya, saat ini provinsi sedang ditimpa musibah gempa.

“Akibat gempa, banyak rumah dan sekolah yang rusak. Bahkan sekolah milik pemerintah provinsi (Sekolah Cahaya Madani Banten Boarding School Pandeglang) pun terdampak parah,” kata dia.

Masyarakat saat ini sedang sangat membutuhkan bahan material untuk kembali membangun rumah yang rusak seperti semen, batu bata, pasir, paku, cat dan sejumlah material bangunan lainnya. Untuk kayu, masyarakat banyak memiliki pohon yang bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan rumah.

Menurut Budi, pemerintah bisa menggunakan anggaran Rp 10 miliar tersebut untuk membantu masyarakat mendapatkan material-material bangunan tersebut.

Selain material bangunan, saat ini masyarakat pun membutuhkan logistik untuk bertahan hidup. Karena itu, bantuan tersebut pun perlu segera disalurkan oleh Pemprov Banten untuk meringankan beban masyarakat korban gempa.

Berdasarkan data rekapan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, jumlah kerusakan bangunan mencapai 1.126 unit. Jumlah kerusakan tersebut bervariasi, rusak ringan mencapai 817, rusak berat 138 dan rusak sedang 171 unit.

Jumlah kerusakan terbanyak ada di Kecamatan Malingping, yaitu rusak ringan 356, rusak berat 31 dan rusak sedang mencapai 161 unit. Kerusakan di Kecamatan Malingping lebih banyak dibandingkan dengan 20 kecamatan lain yang terdampak gempa di Kabupaten Lebak.

Selain di Lebak, kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,1 skala richter yang terjadi pada Selasa (23/1) lalu tersebut juga dikabarkan terjadi di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang.

Sumber: pks.id

Tidak ada komentar