Breaking News

PKS Kaltara Programkan Satu Kader Mem-PKS-kan 10 Warga dalam Setahun

TARAKAN - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kaltara melaunching 53 bakal calon legislatif (Caleg) mulai dari DPR RI, DPRD Provinsi hingga Kota dan Kabupaten, Minggu (25/2/2018) di Swissbel Hotel Tarakan.

Sebanyak 53 bakal caleg ini terdiri dari 1 orang di tingkat DPR RI, 6 orang di tingkat DPRD Provinsi Kaltara dan 21 orang di tingkat kabupaten dan kota di Kaltara. Mereka ini 40 persen dari internal PKS dan 60 persen dari eksternal. Dari jumlah ini ada 40 persen keterwakilan perempuan yang menjadi caleg.

Ketua DPW PKS Kaltara Muhammad Nasir mengungkapkan, 53 caleg yang terpilih ini telah melakukan berbagai tahapan seleksi di partai internal PKS. Salah satu tahapan seleksinya adalah dilakukan tes urine.

"Alhamdulillah mereka yang terpilih ini setelah dilakukan tes urine hasilnya negatif. Artinya semua bebas narkoba. Alasan kita tes urine, karena masalah narkoba di Kaltara ini sangat krusial. Oleh karena itu kita telah berkomitmen untuk memerangi narkoba dan memberikan contoh bagi masyarakat bahwa caleg kita bebas narkoba," tegasnya.

Nasir mengatakan, agar target 53 caleg ini dapat tercapai, berbagai upaya dilakukan oleh para caleg dengan turun langsung ke masyarakat dan mendengarkan masukan-masukan dari masyarakat. Sosiasialisasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, silaturahmi dari rumah ke rumah dan program bakti sosial.

"Juga ada program silaturahmi dengan tetangga.hingga siar 1:10. Arti siar 1:10 yaitu 1 kader PKS dan mem-PKS-kan 10 masyarakat dalam satu tahun. Insallah dengan berbagai upaya yang kita lakukan target kita bisa terwujud," ujarnya.

Diakui Nasir, bahwa saat ini jumlah anggota legislatif PKS jumlahnya masih sedikit dibanding jumlah target yang diinginkan di pemilu legislatif tahun 2019. Saat ini Kabupaten Nunukan 3 kursi, Kota Tarakakan dan Kabuapten Malinau masing-masing 1 kursi, Bulungan 2 kursi dan Kabupaten Tana Tidung tidak ada.

"Kita targetkan pemilu legislatif tahun 2019, Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan masing-masing 6 kursi, Kabupaten Bulungan 4 kursi, Kabupaten Malinau 3 kursi dan Kabupaten Tana Tidung (KTT) 2 kursi," ujarnya.

Nasir menambahkan, dalam launching ini para caleg yang terpilih dilakukan uji publik. Uji publik ini untuk mendengarkan pendapat dari para caleg untuk diketahui oleh masyarakat bagaimana rekam jejak para caelg dan menjadi pertimbangan bagi PKS apakah berlanjut atau tidak menjadi caleg.

Sumber: tribunnews.com

Tidak ada komentar