Breaking News

header ads

Hermanto: Generasi Muda Harus Belajar Sejarah

Anggota Fraksi PKS MPR RI, Hermanto
PKSTangerang.com - Negara republik Indonesia yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 tidak datang secara tiba-tiba. Jauh hari sebelum hari kemerdekaan, berbagai kelompok masyarakat sudah melakukan berbagai perjuangan secara kedaerahan. Mereka berjuang secara sendiri-sendiri, dan bersifat kedaerahan, sehingga lebih gampang ditumpas oleh kolonialis Belanda.

Beberapa bukti adanya perjuangan yang bersifat kedaerahan itu adalah munculnya pahlawan kemerdekaan di berbagai daerah di Indonesia. Seperti Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah, Cut Nyak Dien di Aceh, hingga Patimura di Maluku.

Pernyataan itu disampaikan Dr. Hermanto SE, MM anggota Fraksi PKS MPR RI. Ia menyatakan itu saat menjadi narasumber pada acara Jambore Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Ke-2 di Bumi Perkemahan Jatinangor, Bandung Jawa Barat pada Jumat 27 November 2015. Sebanyak 250 peserta pikut dalam acara tersebut. Mereka adalah perwakilan dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Depok, Bogor dan Sukabumi, 

Selain melahirkan banyak pahlawan, perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia kata Hermanto diliputi perjuangan yang bersifat lebih modern, berupa lahirnya berbagai organisasi dan pergerakan. Beberapa pergerakan itu adalah, Sarekat Islam pada 1905, Budi Utomo pada tahun 1908, hingga munculnya sumpah pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober.

Rentetan perjuangan tersebut menurut Hermanto patut diketahui generasi muda, khususnya anggota pramuka. Itu penting untuk menjadi pelajaran, bahwa Indonesia didirikan di atas perjuangan seluruh masyarakat.

"Perjuangan itu juga penting untuk diketahui agar ditauladani, bahwa setiap cita-cita harus diperjuangkan dengan keras dan sungguh-sungguh", kata Hermanto menambahkan.

Dengan mengatahui perjuangan dan pengorbanan para pejuang, diharapkan agar para pemuda, bisa lebih bijaksana. Dapat menghargai jasa para pahlawan, dan turut menjaga kekayaan bangsa dan negara Indonesia.

Sumber: viva.co.id

Posting Komentar

0 Komentar