PKS Kabupaten Tangerang


Bogor — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus memperkuat pengkaderan berbasis nilai spiritual. Sebanyak 9 penggiat Al-Qur’an dari PKS Kabupaten Tangerang turut ambil bagian dalam agenda nasional Qur'anic Impact Training (Q-Impact: Lead with Qur'an, Impact the Nation) yang berlangsung di Villa Ratu, Caringin, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis–Ahad, 22–25 Januari 2026.

Kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Mukhayyam Qur’an Nasional (MQN) ini diselenggarakan oleh Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) dan diikuti total 442 orang, terdiri dari panitia, musyrif, serta peserta dari seluruh Indonesia.

Perwakilan PKS Kabupaten Tangerang, Ibah Abdurrahman, menyampaikan bahwa dari 32 kafilah Banten, terdapat 9 orang kader PKS Kabupaten Tangerang, terdiri dari 4 laki-laki dan 5 perempuan.

“Bersama 350 lebih penggiat Al-Qur’an se-Indonesia, para kader digembleng untuk menjadi duta-duta Al-Qur’an yang siap kembali ke daerah masing-masing dan menghidupkan pembinaan berbasis Qur’ani,” ujar Ibah.

Kegiatan ini dihadiri dan diisi langsung oleh tokoh-tokoh nasional, di antaranya Ketua Majelis Syuro PKS Dr. Mohamad Shohibul Iman, Ketua BKAP Cahyadi Takariawan, serta para pakar Al-Qur’an seperti Aunur Rofiq dan KH. Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc., Al Hafizh. Hadir pula sebagai peserta Mardani Ali Sera, anggota DPR RI dari PKS.

Selama 4 hari 3 malam, para peserta mendapatkan pembinaan intensif yang tidak hanya menekankan pada hafalan, tetapi juga pada kepemimpinan, dakwah, dan implementasi Al-Qur’an dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.

Program ini menargetkan terwujudnya gerakan nasional “1 Unit Pembinaan Anggota (UPA) memiliki 1 Muwajih Qur’an”, sebagai langkah strategis membangun kader yang tidak hanya cakap secara struktural, tetapi juga kuat secara ruhiyah.

“Harapannya, para peserta menjadi motor penggerak kebangkitan nilai Qur’ani di masyarakat. Bukan hanya pandai membaca, tetapi mampu menghidupkan Al-Qur’an dalam realitas umat,” tambah Ibah.

Melalui Q-Impact, PKS menegaskan komitmennya bahwa politik bukan sekadar kekuasaan, tetapi sarana melahirkan pemimpin yang berkarakter, berintegritas, dan berlandaskan nilai Ilahiyah.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama