KABUPATEN TANGERANG — Semangat meningkatkan peran perempuan dalam demokrasi semakin terasa. Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Kabupaten Tangerang turut ambil bagian dalam Workshop Sosialisasi Program Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang digelar di Qubika Boutique Hotel, Gading Serpong, Tangerang, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi perempuan dari berbagai partai politik di Tangerang Raya untuk memperkuat kapasitas, wawasan politik, serta mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam proses demokrasi di Indonesia.
Ketua Bipeka DPD PKS Kabupaten Tangerang, Elenita Drihestyawati, M.Pd, menilai kegiatan ini sangat penting untuk membuka wawasan perempuan yang terlibat dalam dunia politik.
Menurutnya, peningkatan kapasitas perempuan menjadi faktor penting untuk memperkuat kehadiran perempuan dalam kepemimpinan politik.
“Acara peningkatan peran wanita dalam demokrasi yang dilaksanakan oleh Kesbangpol Kabupaten Tangerang ini sangat bermanfaat bagi perempuan-perempuan yang terlibat dalam politik. Ini membuka wawasan tentang pentingnya pendidikan tinggi bagi perempuan agar layak dan diakui sebagai tokoh politik serta mampu memenuhi kuota 30 persen keterlibatan perempuan dalam politik di Indonesia,” ujar Elenita.
Sementara itu, Farhatun Fauziah, M.Si, selaku Staf Pemberdayaan Perempuan, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong perempuan untuk lebih berani tampil dalam ruang demokrasi.
“Peningkatan peran wanita dalam partisipasi demokrasi ini bertujuan agar perempuan berani bersuara, tampil cerdas, dan aktif dalam demokrasi sehingga tercipta sistem yang lebih adil dan inklusif,” ungkapnya.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Neni Nurhayati, Direktur Eksekutif Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia. Ia menekankan bahwa keterlibatan perempuan merupakan kunci untuk menciptakan demokrasi yang lebih substansial di Indonesia.
Selain itu, Dr. Nuryati Solapari, S.H., M.H, dosen Hukum Perdata Fakultas Hukum Untirta, turut mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas keterwakilan perempuan di parlemen maupun lembaga-lembaga demokrasi.
Menurutnya, semakin banyak perempuan yang terlibat dalam pengambilan kebijakan, maka semakin besar peluang lahirnya kebijakan publik yang sensitif terhadap isu-isu perempuan dan keluarga.
Workshop ini dihadiri sekitar 70 perempuan dari berbagai perwakilan partai politik di wilayah Tangerang Raya. Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi, sesi tanya jawab, serta pertukaran gagasan mengenai peran strategis perempuan dalam demokrasi.
Acara ditutup dengan pemberian souvenir kepada tiga peserta yang paling aktif dan antusias dalam sesi diskusi, menandai semangat kolaborasi perempuan dalam memperkuat demokrasi Indonesia.


Posting Komentar