PKS Kabupaten Tangerang



SERANG — Apa jadinya jika ratusan kader partai dibawa ke alam terbuka, kemudian dibekali wawasan tentang bela negara? 

Sekitar 200 anggota madya PKS Kabupaten Tangerang mengikuti Kemah Bela Negara (Kembara) Madya 2026 di kawasan Puncak Gunung Malang, Kabupaten Serang, Banten, 23–24 September 2026. 

Di tengah suasana perkemahan, peserta tidak hanya ditempa melalui aktivitas fisik dan kebersamaan. Mereka juga mendapatkan perspektif tentang bagaimana menjaga bangsa dari berbagai ancaman yang tidak selalu terlihat. 

Materi bela negara disampaikan Babinsa, Serka Heru Purnomo. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan bahwa bela negara bukan semata-mata persoalan menghadapi peperangan atau ancaman bersenjata. 

Ancaman terhadap negara, kata Heru, juga dapat muncul dalam bentuk yang lebih halus: konflik, perpecahan, propaganda, hingga upaya mengadu domba masyarakat. 

Karena itu, menjaga persatuan menjadi bagian penting dari semangat bela negara. 

Heru juga menekankan pentingnya menjaga Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pijakan bersama dalam kehidupan berbangsa. 

“Pancasila merupakan lambang dan dasar negara yang harus kita jaga bersama,” ujar Heru. 

Pesan tersebut menjadi menarik karena disampaikan bukan di ruang kelas atau gedung pertemuan, melainkan di tengah kegiatan kemah yang juga menuntut kedisiplinan dan kekompakan peserta. 

Setelah menerima wawasan bela negara, peserta kemudian mengikuti pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dasar. 

Di lapangan, teori tentang kedisiplinan langsung dipraktikkan. Setiap gerakan membutuhkan ketepatan. Setiap aba-aba membutuhkan perhatian. Dan setiap anggota kelompok harus bergerak dalam irama yang sama. 

Dari sini, PBB bukan sekadar latihan baris-berbaris. 

Ia menjadi latihan sederhana tentang bagaimana kebersamaan membutuhkan disiplin, dan kekuatan kelompok membutuhkan kemampuan untuk berjalan dalam satu komando. 

Kembara Madya 2026 pun menjadi ruang yang mempertemukan pembinaan karakter dengan semangat kebangsaan. Para peserta tidak hanya diajak menjadi kader yang aktif dalam organisasi, tetapi juga diingatkan tentang tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara. 

Sebab bela negara tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. 

Menjaga persatuan, menghormati perbedaan, tidak mudah terprovokasi, menjaga Pancasila, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar juga merupakan bagian dari upaya menjaga Indonesia. 

Menjadi kader berarti siap berkontribusi. Menjadi warga negara berarti siap menjaga persatuan. Dan mencintai Indonesia berarti tidak pernah lelah memberikan manfaat untuk negeri.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama