PKS Kabupaten Tangerang

KABUPATEN TANGERANG — Latihan Perempuan Siaga (Latansa) PKS Kabupaten Tangerang resmi ditutup di Bumi Perkemahan Kitri Bakti, Curug, Ahad (13/9/2026). Namun, bagi Ketua DPD PKS Kabupaten Tangerang Sigit Parminto, penutupan bukanlah akhir. 

Di hadapan 1.200 perempuan PKS se-Kabupaten Tangerang, Sigit justru memberikan pesan tegas: jangan pulang hanya membawa kenangan dari Kitri Bakti. Pulanglah dengan membawa semangat perubahan. 

“Sepulang dari Latansa ini, saya berharap Anda semuanya pulang tidak sekadar membawa pengalaman, tetapi harus membawa semangat perubahan.” 

Menurut Sigit, seluruh materi dan pengalaman selama Latansa harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi persoalan dan membantu masyarakat. 

Ia menekankan bahwa sebelum menolong orang lain, setiap kader harus memastikan dirinya siap dan mampu menjaga keselamatan diri. 

“Untuk bisa menolong orang lain, maka yang harus dipastikan adalah setiap diri kita harus menjadi pribadi yang selamat.” 

Karena itu, Sigit meminta para peserta terus memperkuat tiga aspek penting dalam diri: ruhiyah, fikriyah, dan jasadiyah. 

“Menjadi pribadi-pribadi yang lebih tangguh, menjadi pribadi-pribadi yang lebih kokoh, menjadi pribadi-pribadi yang lebih siaga untuk bisa berkontribusi kepada umat. Dan semuanya harus bermula dari setiap diri kita.” 

Jalan Dakwah Tidak Selalu Mudah 

Sigit juga mengingatkan bahwa perjalanan dakwah bukanlah jalan yang mudah. Dibutuhkan kesabaran, keistiqamahan, dan kekuatan untuk terus berjalan bersama. 

“Jalan yang kita pilih ini adalah jalan dakwah. Bukan jalan yang mudah. Karena bukan jalan yang mudah, maka tidak akan ada yang sampai kepada akhirnya kecuali yang sabar dan istiqamah.” 

Ia mengajak seluruh kader untuk saling mengingatkan dan menguatkan. 

Menurutnya, kekuatan tersebut harus ditopang oleh kader yang militan, organisasi yang solid, dan amal jama’i. 

“Keberhasilan kita terletak pada kader yang militan, organisasi yang solid, dan amal jama’i.” 

“Jangan Pernah Berhenti” 

Menutup sambutannya, Sigit menyampaikan pesan yang menjadi penegasan bagi seluruh peserta Latansa: 

“Sekali layar terbentang, pantang surut ke belakang. Sekali janji perjuangan sudah diikrarkan, jangan pernah berhenti sebelum Allah memanggil kalian pulang.” 

Ia pun meminta para peserta tidak kapok dan tidak menyesal berada dalam barisan perjuangan. 

“Jangan pernah kapok. Jangan pernah menyesal untuk kemudian berada dalam barisan ini.” 

Di hadapan 1.200 peserta, Sigit kemudian menegaskan bahwa dirinya pun ingin menjadi bagian dari perjuangan tersebut. 

“Insyaallah, di antara 1.200 mujahidah yang ada di sini, pastikan saya salah satu di antaranya.” 

Latansa boleh berakhir. Tapi semangatnya baru dimulai. Dari Kitri Bakti, 1.200 perempuan PKS diharapkan pulang dengan satu bekal utama: menjadi pribadi yang lebih tangguh, lebih siaga, dan lebih siap memberi manfaat bagi masyarakat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama