
KABUPATEN TANGERANG — Sebanyak 1.200 anggota perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Kabupaten Tangerang berkumpul di Bumi Perkemahan Kitri Bakti, Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu pagi (13/9/2026). Mereka mengikuti Latihan Perempuan Siaga (Latansa) PKS Kabupaten Tangerang, sebuah kegiatan kaderisasi yang dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan, ketangguhan, keterampilan, dan kepedulian sosial kader perempuan PKS.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh semangat tersebut dibuka secara resmi oleh Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf, yang sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan Latansa.
Ribuan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang memadati area upacara sejak pagi. Latansa menjadi momentum konsolidasi sekaligus pembekalan bagi kader perempuan agar siap menghadapi berbagai kondisi, termasuk situasi darurat dan bencana, serta mampu hadir memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Dalam amanatnya, Al Muzzammil Yusuf mengapresiasi DPD PKS Kabupaten Tangerang yang mampu menghadirkan 1.200 peserta dalam kegiatan tersebut.
“Untuk tahun ini, ini kali pertama saya membuka Latansa di seluruh Indonesia. Di sini tempat pertamanya,” ujar Al Muzzammil di hadapan peserta.
Menurutnya, besarnya partisipasi perempuan PKS dalam Latansa menunjukkan semangat kader untuk terus meningkatkan kapasitas diri sekaligus mempersiapkan diri agar mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Lima S Menjadi Bekal Peserta Latansa
Al Muzzammil menegaskan bahwa Latansa bukan sekadar kegiatan berkumpul dan berkemah. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari proses kaderisasi untuk membentuk perempuan yang siap menghadapi berbagai kondisi dan mampu memberikan solusi di tengah masyarakat.
Ia menyampaikan lima nilai utama yang harus menjadi bekal peserta Latansa, yaitu Siaga, Survival, Solutif, Sosial, dan Solihah.
Pertama, Siaga, yakni memiliki kesiapan menghadapi berbagai kondisi, termasuk situasi krisis dan bencana.
“Kita tidak pernah tahu bencana apa yang terjadi. Karena itu, sebagai hamba Allah, apalagi orang yang beriman kepada kemahakuasaan Allah, kita harus siaga. Hope for the best, prepare for the worst,” pesan Al Muzzammil.
Kedua, Survival, yaitu kemampuan bertahan dalam kondisi yang tidak ideal. Menurutnya, seorang kader harus mampu tetap tenang, berpikir jernih, dan mencari jalan keluar ketika menghadapi keterbatasan.
Ketiga, Solutif, yakni kemampuan menemukan solusi secara kreatif.
“Tidak ada korek, bagaimana menghidupkannya? Tidak ada air bersih, bagaimana menyaring air yang ada? Tidak ada sayuran, daun apa yang bisa dimakan? Solutif artinya pelatihan-pelatihan seperti ini mengajak kita untuk berpikir kreatif,” jelasnya.
Keempat, Sosial. Kader perempuan PKS harus memiliki kepedulian dan kesiapan untuk turun membantu masyarakat yang menghadapi musibah maupun persoalan sosial.
Kelima, Solihah. Seluruh kemampuan tersebut harus ditopang oleh pribadi perempuan yang memiliki kekuatan ruhiyah, fikriyah, dan jasadiyah, sehingga mampu menjadi kader yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara spiritual dan intelektual.
“Lima S tadi: Siaga, Survival, Solutif, Sosial, dan Solihah,” tegasnya.
Dari Kitri Bakti untuk Masyarakat
Al Muzzammil berharap Latansa tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bekal nyata bagi 1.200 peserta untuk menjalankan kerja-kerja pelayanan dan kemanusiaan.
Ia mengingatkan bahwa kaderisasi tidak semata-mata dipersiapkan untuk menghadapi momentum politik, tetapi juga untuk melahirkan kader yang siap hadir dalam berbagai persoalan masyarakat.
Ketika bencana atau kondisi darurat terjadi, masyarakat membutuhkan orang-orang yang siap bergerak, mampu berpikir cepat, memiliki keterampilan, dan memiliki kepedulian untuk membantu.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan Latansa di Kitri Bakti sebagai momentum memperkuat kapasitas diri sekaligus semangat pengabdian.
Berkumpulnya 1.200 perempuan PKS di Kitri Bakti menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dan soliditas kader perempuan PKS Kabupaten Tangerang.
Dari Kitri Bakti, semangat itu diteguhkan: siaga menghadapi keadaan, tangguh dalam bertahan, kreatif mencari solusi, peduli kepada sesama, dan menjadi perempuan solihah yang terus menebar manfaat.
Posting Komentar