
KABUPATEN TANGERANG — Ketika hujan belum juga datang, ikhtiar tak boleh berhenti. Puluhan warga dan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Tangerang berkumpul melaksanakan Shalat Istisqa’, di halaman Kantor DPD PKS Kabupaten Tangerang, Ahad (13/9/2026), sebagai bentuk doa dan ikhtiar memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
Shalat Istisqa’ dilaksanakan di halaman kantor DPTD PKS Kabupaten Tangerang. Para peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat, dilanjutkan khutbah dan doa bersama.
Dalam khutbahnya, Ustadz Sultoni mengajak jamaah menjadikan momentum Shalat Istisqa’ sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
Ia mengingatkan agar umat memperbanyak taubat dan istighfar, terutama ketika menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat.
“Perbanyak bertaubat. Kita juga harus menjaga alam, tidak turut merusak lingkungan, karena alam adalah amanah yang harus kita jaga,” pesan Ustadz Sultoni dalam khutbahnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya diwujudkan dalam bentuk doa. Masyarakat juga perlu memiliki kepedulian dan keberanian untuk bergerak memperbaiki kondisi di sekitarnya.
Ustadz Sultoni juga mengajak jamaah untuk terus merasa risau, bergerak, dan berupaya mengubah serta menghentikan berbagai kemaksiatan dan kejahatan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Jangan sampai kita hanya melihat kemaksiatan dan kejahatan di tengah-tengah kita, kemudian diam. Kita harus terus risau, bergerak, dan berusaha untuk mengubah serta menghentikannya,” tegasnya.

Ketua Bidang Pembinaan Umat DPD PKS Kabupaten Tangerang, Mubaraq, mengatakan bahwa Shalat Istisqa’ bukan sekadar ritual ketika kemarau, tetapi menjadi momentum untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperbaiki hubungan manusia dengan sesama dan alam.
Menurutnya, ketika manusia menghadapi kondisi yang berada di luar kemampuannya, ikhtiar spiritual menjadi bagian penting yang tidak boleh ditinggalkan.
“Kita berikhtiar dengan berbagai cara, tetapi jangan lupa bahwa hujan adalah rahmat Allah. Karena itu, kita bersama-sama memohon kepada Allah agar segera diturunkan hujan yang membawa keberkahan,” ujar Mubaraq.
Ia menilai pesan khutbah tersebut relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Memohon hujan harus berjalan beriringan dengan taubat, menjaga lingkungan, meninggalkan kemaksiatan, serta membangun kepedulian terhadap persoalan sosial di sekitar.
“Jadi bukan hanya berdoa agar hujan turun. Kita juga harus berbenah. Mulai dari diri sendiri, menjaga lingkungan, memperbanyak amal kebaikan, dan ikut mencegah berbagai kemaksiatan serta kejahatan di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Pelaksanaan Shalat Istisqa’ kemudian ditutup dengan doa bersama. Para jamaah menengadahkan tangan, memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa rahmat, keberkahan, dan kemaslahatan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.
Karena ketika hujan belum juga turun, bukan berarti kita berhenti berikhtiar. Kita perbaiki diri, jaga bumi, lawan kemaksiatan, lalu mengetuk pintu langit bersama-sama.
Posting Komentar