KABUPATEN TANGERANG — Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) Menengah 2 PKS Kabupaten Tangerang tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan fisik dan keterampilan peserta. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembinaan anggota dalam menjalankan peran dakwah dan kepemimpinan.
Hal itu disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Tangerang, Slamet Djoko Susanto, saat menjadi Inspektur Upacara pada penutupan Latansa Menengah 2 di PMI Volunteer Park, Kecamatan Solear, Ahad (30/8/2026).
Dalam amanatnya, Djoko menegaskan bahwa setiap anggota PKS memiliki peran kepemimpinan, termasuk anggota perempuan PKS Kabupaten Tangerang yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Bahwasannya setiap anggota PKS adalah pemimpin. Pun dengan anggota perempuan PKS Kabupaten Tangerang, semua adalah pemimpin,” kata Djoko.
Menurut Djoko, kepemimpinan perlu dibentuk melalui proses pembelajaran dan pengalaman. Karena itu, Latansa tidak hanya dipandang sebagai kegiatan pelatihan, tetapi juga sebagai ruang untuk melatih kemampuan anggota dalam menjalankan amanah dakwah sekaligus kepemimpinan.
“Latansa adalah sarana untuk latihan dakwah dan latihan menjadi seorang pemimpin,” ujarnya.
Empat Proses Pembinaan
Dalam kesempatan tersebut, Djoko mengaitkan proses pembinaan anggota dengan kandungan Surah Al-Jumu'ah ayat 2. Ia menjelaskan terdapat empat proses yang menurutnya relevan dalam membentuk seorang pemimpin.
Pertama, membaca. Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan dan kemauan untuk belajar sehingga dapat mengubah ketidaktahuan menjadi pengetahuan.
Kedua, tazkiyah, yakni proses menginternalisasikan pengetahuan yang telah diperoleh ke dalam diri. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diwujudkan dalam amal yang lebih berkualitas.
Ketiga, ziyadatul Qur'an, yaitu kesungguhan dalam menghafal dan mentadaburi Al-Qur'an. Proses tersebut dinilai penting dalam membangun pemahaman dan karakter anggota.
Keempat, al-hikmah. Djoko menjelaskan bahwa seorang pemimpin perlu mampu mengambil nilai dan hikmah dari berbagai peristiwa kehidupan dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman.
“Sebagai seorang pemimpin diharapkan bisa memaknai nilai-nilai kehidupan ini dengan Al-Qur'an,” tuturnya.
Tiga Peran Manusia
Selain menjelaskan proses pembinaan, Djoko juga menyampaikan pandangannya mengenai tiga peran manusia dalam menjalankan misi kehidupan.
Pertama, manusia berperan sebagai hamba Allah yang memiliki tugas beribadah kepada Allah SWT. Dalam menjalankan peran tersebut, ia menekankan pentingnya kemampuan mengelola niat dalam setiap aktivitas.
Kedua, manusia sebagai penerus amanah risalah. Menurutnya, setiap individu memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan estafet dakwah agar nilai-nilai Islam dapat terus hadir di tengah masyarakat.
Ketiga, manusia sebagai pemimpin di muka bumi. Djoko menyampaikan bahwa optimalisasi peran tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap terbentuknya peradaban.
“Siapa yang dapat mengoptimalkan perannya maka ia akan menguasai peradaban,” katanya.
Djoko kemudian mengaitkan kepemimpinan dengan peran siyasi atau politik sebagai salah satu bentuk implementasi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Sebagai bentuk implementasi dari kepemimpinan, maka kita masuk pada peran siyasi/politik. Mudah-mudahan bisa memberikan makna dan hikmah kepada kita semua,” pungkasnya.
Latansa Menengah 2 PKS Kabupaten Tangerang diikuti sekitar 100 anggota perempuan PKS se-Kabupaten Tangerang. Selain pembekalan kepemimpinan dan penguatan ruhiyah, peserta mendapatkan materi ketahanan fisik, keterampilan siaga bencana, serta penguatan ketahanan keluarga.


Posting Komentar