Breaking News

header ads

Indo Barometer: Kaderisasi PKS Lebih Rapi

Pengamat Politik dari Indobarometer, Muhammad Qodari
PKSTangerang.com - Sistem partai selalu terancam punah dan sangat ketergantungan dengan tokoh-tokoh. Diantaranya partai lama Golkar, PDIP dan PPP. PKS membangun basis yang sangat bagus dan termasuk kategori Islam modern.

Pernyataan itu diungkapkan pengamat politik dari Indo Barometer, Muhammad Qodari dalam diskusi bertajuk “Partai Dakwah Sedang Berbenah” di Resto Boplo, Menteng, Jakarta belum lama ini.

“PKS membangun kaderisasi lebih rapih dibanding partai lain. PKS tidak terpecah karena anggotanya memposisikan sebagai prajurit kalau keputusan diambil harus dilaksanakan,” imbuhnya.

Menurut Qodari di PKS, Kader partai masih mengalami kegagapan karena belum selesai bertransformasi. Dari gerakan dakwah menjadi gerakan politik dan masih mengalami proses pencarian.

“Imej PKS adalah cap timur tengah sulit dihilangkan walaupun selalu dibantah oleh PKS. Meskipun begitu, partai PKS adalah partai islam yang sukses nomor dua di dunia setelah yang pertama partai AKP di Turki,” ujar Qodari menambahkan.

Masih ditempat yang sama, menurut Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera partai PKS mengedepankan Islam secara substansi. Di PKS posisi lebih tinggi adalah Majelis Suro. Pemilihan anggota Majelis Suro sangat demokratis dan punya tokoh cultural yang bisa mempersatukan partai.

“Haram hukumnya money politik orang memilih kita karena kerja kita dan kerja sepanjang hayat. Tugas kita berkhidmat menjadi kader dalam ketauladanan dan kalau jabatan itu adalah bonus,” kata Mardani.

Mardani menjelaskan, PKS melaksanakan ahlusunah waaljamaah dan rahmatan lilalamin. Sebagai partai dakwah diharapkan menyatukan umat dan punya ciri bersih, peduli dan profesionalisme dengan mengedepankan kelompok teknokrat.
 

Posting Komentar

0 Komentar